Mempersiapkan Kunjungan Presiden di Lokasi Program NUSP-2


Paparan ini menyajikan bagaimana pengalaman terkait proses mempersiapkan kunjungan Presiden Jokowi pada kegiatan padat karya tunai Desa Batu Merah, Sirimau, Kota Ambon melalui program NUSP-2.

Desa Batu Merah merupakan lokasi program pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh kementerian PUPR sejak tahun 2006, melalui program; P2KP, PNPM Mandiri Perkotaan, Kotaku (NUSP (Neighbourhood Upgrading and Shelter Project) dan NSUP).

Desa ini berdasarkan SK Walikota No. 402 Tahun 2014 merupakan salah satu permukiman kumuh di Kota Ambon. Desa Batu Merah berada pada kawasan Perbukitan yang terletak ditengah kota, dan terdiri dari 6 RW dengan luasan kumuh mencapai 22,21 ha.


Persiapan yang normal dan wajar saja tidak terlalu berlebihan, semoga catatan ringan ini bermanfaat bagi peggiat pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan. Kunjungan presiden ke lokasi program akan terus terjadi, karena melalui pemberdayaan masyarakat setiap tahunnya puluhan Trilyun APBN dialokasikan.

Melakukan Konsolidasi Data dan Informasi Lokasi Kunjungan


Konsolidsasi, data dan informasi dilakukan dari SIM program, sehingga didapatkan data- pokok seperti luas wilayah, kependudukan, mata penncaharian, kegiatan yang pernah dilakukan dan dibiayai oleh program.

Data dan informsi tersebut akan sangat bermanfaat bagi pelaku program yang dilapangan dan sedang mempersiapkan. Pembuatan ucapan selamat datang, papan informasi kegiatanpun dibuat dan segera dilakukan pemasangan.

Rapat Koordinasi Pemangku Kepentingan Untuk Persiapan


Pemangku kepentingan yang terlibat dalam sebuah kunjungan presiden RI tentu cakupannya cukup luas, mulai dari aparat kemanan Polri dan TNI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah kota Ambon, Dan dari konsultan mulai NMC, TMC, CC ambon, dan CA. Dari Dunia usaha, kampus, wartawan dan kelompok profesi juga terlibat dalam kegiatan’

Agar terbangun kesepahaman yang baik maka antar pemangku kepentingan sepakat untuk dilakukan Koordinasi antara Pemangku Kepentingan. Dengan rendah hati dilakukan pembagian tugas dan peran yang harus segera dilakukan antar pemangku kepentingan.



Yang ditekankan untuk dipersiapkan adalah terhadap kelayakan teknis terhadap bangunan yang akan dikerjakan oleh masyarakat. Nama PUPR akan jadi taruhan apabila pelaksana program tidak bisa menjamin terhadap pelaksanaan yang berkualitas dan punya nila estetika yang tinggi.


Mempersiapkan Dokumen Program pendukung Kegiatan


Dari dokumen administrasi yang ada dilapang juga ditata dan dipersiapkan, mengantisipasi apabila hal ini ditanyakan dalam kunjungan presiden. Pemerintah Daerah juga mengakses dokumen-dokumen ini dipergunakan sebagai bahan untuk membuat media informasi dilokasi seperti pamflet leaflet, dll.

Dari NUSP-2 dipersiapkan dokumen perencanaan yang telah disusun oleh masyarakat secara bersama dengan pemerintah desa. Meskipun waktu kunjungan masih belum melewati skedul penyusunan dokumen DED kegiatan yang dibiayai program, namun karena dibutuhkan maka dilakukan percepatan dalam penyusunannya.

Maka dokumen perencanaan saat ini sudah siap dan kegiatan yang dipilih sebagai kegiatan yang akan dilakukan dan ditinjau oleh presidenpun ditentukan. Pembangunan salah satu ruas jalan kampung dengan konstruksi rabat beton akhirnya desepakati dipilih dengan panjang 30 meter.

Mengorganisasi Masyarakat Terlibat di Kegiatan Yang di Kunjungi


Koordinasi denga Lembaga Keswadayaan Masyarakat dilakukan intensif, termasuk dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Akhirnya disepakati untuk mendukdeskan kegiatan tersebut dan melakukan pengorganisasian pelaksanaan kegiatan tersebut dalam waktu yang singkat 2 hari kerja.




Proses pekerjaan awal adalah mengerjakan Satu titik sepanjang 30 meter dengan biaya sebesar Rp 30 juta lebih. Pelaksanaanya melibatkan 30 orang tenaga kerja dari masyarakat setempat dengan upah per hari sebesar Rp. 120 ribu per orang.

Pelibatan tenaga kerja wanita juga dilakukan secara optimal, konsepsi padat karya juga dijelaskan kepada masyarakat sehingga mempunyai pemahaman yang sama. Akhirnya masyarakat bahu membahu melaksanakan kegiatan tersebut sehingga sudah layak sebagai kegiatan yang sedang dikerjakan.

Maka saat kunjungan Presiden dilakukan masyarakat melanjutkan pengecoran jalan rabat tersebut, sehingga sangat alami sebagai keterlibatan masyarat desa dalam pembangunan kampungnya melalui padat karya dalam program NUSP-2.

Pendampingan Kepada Pejabat Penting Kementerian PUPR dan Pemda


Hadir dalam acara kunjungan ini adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono, Gubernur Maluku Said Assegaff, Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo, Bapak Boby Ali Azhari dari Direktorat, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mita Dwi Aprini, dan Pejabat Pembuat Komitmen NUSP-2 Anastasia Carolina.

Sebagaimana lazimnya pejabat, maka yang posisinya lebih rendah akan datang ke lokasi lebih dahulu untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar lancar dan tidak ada hambatan. Karenanya Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo datang sehari sebelum acara, maka sudah dipastiikan bawahannya akan lebih awal untuk memastikan kesiapan teknis,

Bapak Boby Ali Azhari , Ibu Mita Dwi Aprini selaku Satker ditemani PPK NUSP-2 Ibu Anastasia Carolina datang sehari sebelum Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo datang. Untuk memastikan dikegiatan yang mana presiden akan diarahkan, bagaimana kesiapan seperti dokumen administrasi, dokumen perencanaan, LPJ, dll.

Pelaksanaan Kunjungan Presiden RI


Kunjungan Bapak Presiden Jokowi ke salah satu lokasi NUSP-2, Desa Batu Merah, Ambon Rabu, 14 Februari 2018. Kunjungan ini dalam rangka meninjau pelaksanaan kegiatan padat karya yang dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat,

Presiden didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai yang dilakukan melalui program NUSP-2. Program NUSP-2 yang dikelola Kementerian PU dan Perumahan Rakyat berupa pembangunan satu ruas jalan rabat beton sepanjang 980 meter yang menghabiskan total dana sebesar Rp 1,2 miliar.


Saat ini proses pekerjaan awal adalah mengerjakan Titik Satu sepanjang 30 meter, yang memakan biaya kurang lebih sebesar Rp 30 juta. Berdasarkan asumsi, pekerjaan Padat Karya Tunai ini akan selesai dalam waktu tiga bulan, dan melibatkan sebanyak 30 orang tenaga kerja dari masyarakat setempat dengan upah kerja per hari Rp 120 ribu per orang.

Kunjungan ini membanggakan masyarakat Desa Batu Merah, Ambon karena bisa bertemu dengan Presiden secara langsung, Apalagi Presiden jokowi bisa melihat secara langsung aktifitas masyarakatdDalam pelaksanaan program NUSP-2. Semoga masyarakat terus bersemangat untuk membangun kampungnya sehingga berubah wajah menjadi semakin cantik, nyaman, dan membahagiakan.

Mendokumentasikan Kunjungan Presiden Saat Tinjau Lokasi Program


Kunjungan Presiden Saat Tinjau lokasi program NUSP-2 desa Batu Merah Ambon merupakan momentum penting, untuk itu harus didokumentasikan dengan beragam media secara optimal. Angle yang menarik ketika presiden, menteri PUPR adalah saat meninjau lokasi kegiatan yang sedang dikerjakan oleh masyarakat.


PPK NUSP-2 menugaskan personil NMC untuk merekam dengan foto dan video, bahkan drone-pun disiapkan apabila memungkinkan dan diperkenankan oleh protokoler. Untuk melakukan misi ini telah didapatkan file yang berisi video dan foto-foto kegiatan. Video dan semua foto yang ada dalam tulisan ini merupakan hasil dari dokumentasi, Publikasi juga sudah dilakukan melalui beragam media sosial yang menghubungkan dengan pelaku program dan masyarakat umum.

Memproduksi Dokumentasi Menjadi Materi Pembelajaran Program


Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, momentum kunjungan Presiden Jokowi ke Desa Batu Merah, Ambon harus dijadikan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program. Kunjungan seperti ini juga bisa dianggap sebagai kegiatan monitoring dan evaluasi VVIP.

Maka yang perlu dilakukan adalah melakukan konsolidasi semua materi dokumen hasil kunjungan, baik yang berupa video, foto, dan tulisan dari media online. Semuanya bisa distrukturkan untuk menjadi bahan pembelajaran bagi pelaku program.


Knowladge management perlu dimainkan, dengan memanfaatkan media online seperti Youtube, website, dan medsos (FB, Forum WA, Group FB, dll). Para pelaku program setidaknya mendapatkan input berupa pengetahuan terkait pelaksanaan program yang baik, pelaksanaan program yang perlu perbaikan, dll.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi peggiat Pemberdayaan Masyarakat.

Seluruh Foto dan video adalah karya Bapak Sutadi, MIS Specialis pada NMC NUSP-2

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya