Pompa Air Sederhana Mengatasi Kesulitan Air Bersih Desa Taman Asri Ampelgading Kabupaten Malang

Inovasi dalam pemberdayaan masyarakat tidak mudah untuk ditemukan disemua desa/kelurahan, hal ini terbukti dengan sulitnya para pendamping/fasilitator untuk menemukan praktik tersebut. Inovasi dengan kadar dan kualitas yang beragam terkadang telah menjadi bagian hidup dari kehidupan warga desa/kelurahan, dan hasil dan manfaatnya sudah direguk tanpa sadar. Paparan ini ikhtiar untuk menjadikan pengalaman inovasi di desa Taman Asri ini sebagai pengetahuan, dan materi belajar bagi siapapun yang membutuhkan. Semoga bermanfaat..




Warga di 2 wilayah RT di Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang termasuk wilayah pegunungan (Gunung Batok), kondisi saat ini tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih. hal ini karena inovasi Kepala Desa Tamanasri yang dengan gigih mengupayakan agar air bersih dapat disalurkan ke wilayah tersebut.



Dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam (Sumber air dan sungai) yang letaknya jauh dari lokasi.Berbekal pengetahuan yang dimiliki,ia memanfaatkan aliran air sungai sebagai penggerak kincir air sebagai sumber energi untuk menggerakkan pompa air yang akan mendorong air ke tempat lebih tinggi melalui pipa-pipa ke bak-bak penampungan yang diletakkan pada daerah tertinggi. Sedangkan distribusi dari bak penampung, menggunakan metode gravitasi. Hal ini telah menjamin ketersediaan air bersih di wilayah tersebut dan derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat.

Latar Belakang Inovasi

Adanya keluhan dari 2 wilayah RT yang di huni oleh 78 KK tentang kesulitan mendapatkan air bersih. Apalagi jika kondisi musim kemarau semakin sulit untuk memperoleh air. Kondisi yang ada didesa, sumber air jaraknya cukup jauh dari jangkauan masyarakat. Mereka harus berjalan turun ke lembah yang jaraknya hampir 750 m, dengan medan yang curam, menurun, licin, dan membahayakan.





Merancang sebuah konstruksi pompa air yang memungkinkan untuk diwujudkan didesa Taman ASri. Mempergunakan sebuah mesin pompa tenaga diesel, memang biaya pengoperasian cukup tinggi karena bahan bakar Solar juga harganya tidak murah. Seperti diketahui rata-rata warga desa tergolong warga yang kondisi ekonominya kurang mampu. Inovasi dilakukan dengan mencari alternatif pengerak pompa tanpa menggunakan bahan bakar, yaitu dengan memanfaatkan potensi alam yang tersedia, dalam hal ini aliran air sungai sebagai penggerak pompa.


Gagasan Inovasi dan Pemanfaatan Sumberdaya

Kepala Desa membuat kincir air sederhana sebagai penggerak mesin pompa air, yang akan mendorong air bersih dari sumber air ke tempat yang lebih tinggi melalui pipa. Semua KK telah menikmati air bersih dengan mudah dengan biaya yang relatif murah dan dapat dijangkau warga. Menghemat biaya operasional mesin (tanpa bahan bakar). Menghemat biaya operasional, baik perawatan maupun tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengelola PAM swakarsa tersebut.

Proses penyelesaian masalah

Pada Tahun 2012, setelah terpilih dan dilantik menjadi Kepala Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang, Bapak Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke wilayah RT-RT didesanya untuk menjaring apa kesulitan warganya. Dari kegiatan ini, di dapati bahwa masih ada 2 wilayah RT yang merasa kesulitan mendapatkan air bersih, utamanya untuk keperluan mandi, mencuci dan memasak. Bisa dibayangkan bagaimana kalau malam hari membutuhkan air untuk MCK, dll.


Pelaku Inovasi dan Perannya

Hal ini menggerakkan hati Bapak Joko Widodo selaku kepala Desa untuk bisa memenuhi kebutuhan warganya. Dengan membentuk panitia kecil yang terdiri dari 12 orang warga beliau berharap bisa dengan cepat mengatasi permasalah ini. Usaha yang pertama dilakukan adalah dengan mengajukan proposal dan kerjasama dengan investor yang mau melakukan hal tersebut. Kenyataan yang ada, air bisa di salurkan ke wilayah tersebut, namun dengan biaya yang terhitung mahal untuk ukuran orang desa, yang rata rata tergolong sebagai penduduk miskin. Tidak putus asa, Bapak Joko Widodo bersama panitia kecilnya terus berusaha. Sampai pada suatu saat di temukan ide bagaimana menggerakkan mesin pompa tanpa bahan bakar (diesel) maupun Listrik.


Mewujudkan Gagasan Inovasi

Berbekal sedikit pengetahuan tentang turbin, panitia bersama kepala desa merancang turbin sederhana.
1. Air Sungai di arahkan masuk pada pipa 8 inchi.
2. Aliran air dalam pipa akan mendoorong dan memutar turbin.
3. Putaran dari turbin dimanfaatkan untuk memutar mesin pompa.
4. Mesin pompa dapat berputar, dan menghisap air
5. Mendorong air dalam pipa ke tempat yang lebih tinggi.
6. Air ditampung di bak sederhana yang dekat dengan permukiman warga
7. Air lebih mudah dimanfaatkan untuk kebeutuhan sehari-hari

Uji Coba Penerapan Inovasi


Setelah ide ini dilakukan, tidaklangsung berhasil dengan berbagai kendala, antara lain:
1. Turbin dapat berputar, namun masih belum kuat memutar mesin pompa.
2. Mesin pompa dapat berputar, namun dorongan air kurang kuat, sehingga tidak mampu menjangkau
tempat yang tinggi.


Evaluasi Penerapan Inovasi

Kelemahan dan masalah yang timbul dalam penerapan sebuah inovasi memerlukan evaluasi yang mendalam, hal ini untuk menghindarkan dari kegagalan dan kerugian yang akan dialami oleh masyarakat. Kegagalan ini juga akan bisa memicu persoalan yang lebih besar, untuk itu evaluasi merupakan tahapan yang krusial dan penting dalam penerapan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat

Berusaha terus tanpa menyerah dan tidak kenal lelah, akhirnya setiap kendala dapat diatasi. Dengan kerja keras yang di kerjakan akhirnya mesin pompa dapat mendorong air hingga beda + 100 m, dengan panjang pipa 2,5 Km. Itu adalah jarak terjauh dan tertinggi untuk dibangun Bak Penampung Air, dengan maksud agar pendistribusian kepada warga tidak lagi membutuhkan mesin pendorong (pompa), tetapi memanfaatkan gravitasi. Hingga saat ini, turbin hasil inovasi Bapak Joko Widodo mampu menggerakkan 2 unit mesin pompa.

Hasil Inovasi dalam pemberdayaan masyarakat

Hasil kerja keras telah menampakkan buahnya. 2 wilayah RT yang semula kesulitan air bersih, kini telah tercukupi kebutuhan airnya. Warga yang dulu harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih, sekarang tinggal memutar kran air sudah mengalir. Bahkan kondisi saat ini bukan hanya 2 wilayah RT di sekitar Gunung Batok saja yang memanfaatkan air bersih ini, namun juga telah dapat dimanfaatkan oleh warga Desa Tamanasri RT lainnya.



Hal ini menandakan bahwa keterbatasan yang ada tidak lantas menghambat pengimplementasian gagasan-gagasan inovatif. Selama mempunyai kemauan yang kuat dan usaha yang sungguh-sungguh, maka tidak ada yang tidak mungkin. Karena setiap desa dan segenap pelakunya pasti mempunyai ide-ide inovasi, tinggal seberapa kuat usaha yang dilakukan dalam mewujudkan gagasan inovasi tersebut.

Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya