Pentingnya Stamina Dalam Pemberdayaan Masyarakat


Pemberdayaan masyarakat bukanlah sebuah aktifitas yang ringan dan tanpa resiko, aktifitas dalam bidang ini juga membutuhkan keseriusan dalam menjalankan, dibutuhkan pengetahuan yang memadai, serta keterampilan dalam memfasilitasi, mendampingi, dan mengadvokasi masyarakat.

Masyarakat dengan segala kondisi dan keadaannya diberikan intervensi berupa pembangunan dengan beragam konten dan pendekatannya. Sasarannya bisa terhadap individu, organisasi, lingkungan, dan komunitas atau masyarakat secara umum. Harapannya akan terjadi perubahan sosial yang akan berdampak lanjutan pada kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan sejahtera.

Kesadaran akan posisi, kondisi, masalah, dan apa yang harus dilakukan menjadi hal penting untuk mendorong terjadinya perubahan ke arah kehidupan yang lebih berdaya, dan mandiri, Untuk me fasilitasi perubahan yang terjadi di masyarakat dengan pemberdayaan maka dibutuhkan beberapa hal yang bisa menjadi bahan refleksi dan evaluasi diri para pelaku pemberdayaan masyarakat.

Beberapa hal yang bisa dijadikan sumber motivasi antara lain:


  • Get UpSeorang penggiat pemberdayaan harus bermental baja, harus lebih tangguh dari masyarakat yang didampinginya. Bukan jiwa-jiwa yang mudah putus asa, dan menyerah pada keadaan, kondisi, dst. Berapa kalipun Anda mengalami gagal, tugas anda hanyalah bangun kembali dan bekerja lebih keras lagi.

  • Reach Up – Jangan pernah merasa jumawa, paling sukses, sehingga kehilangan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi dan lebih membanggakan dari sebelumnya. Prestasi-prestasi kejarlah dengan kejujuran dan kesabaran.
  • Dress Up - Kecantikan yang datangnya dari dalam dirimu, hatimu, nuranimu akan jauh lebih penting, bermakna dibandingkan dengan sekedar pencitraan, dan beragam aktifitas oportunis lainnya. Sadarilah mana substansi dan mana yang hanya kulit belaka sehingga tidak akan menjebakmu daam hal yang semu dan naif.
  • Shut Up - Berhentilah untuk bicara tentang sebuah kesuksesan yang terjadi pada masa lalu, apalagi dibumbui lengkap dengan keluh kesah yang lebay tentang masalah. Jadilah pejuang tangguh tanpa menyebut dirimu sebagai pejuang, dan berhenti mengasihani diri sendiri berlebihan. Setiap orang mempunyai medan perangnya masing-masing dan disanalah dia akan membuktikan apakah dia bisa menjadi seorang panglima bagi dirinya sendiri.
  • Look Up - Jangan melihat dirimu yang penuh dengan keterbatasan, kebodohan, kefakiran, dll, Tugasmu adalah menyambut cahaya diatas cahaya, lihatlah Tuhanmu Yang Maha Segalanya. Tanpa batas kekuasaan dan kekuatan. Dari Nya sumber inspirasi hidupmu untuk melakukan hal terbaik selama hidup didunia.
  • Lift Up – Tugas kita sebagai hamba Allah hanyalah menjadikan segala urusan kita menjadi urusan rohaniah yang selalu terkait denganNya. Segala nikmat yang diberikan kita patut disyukuri, dan perlu untuk difahami bahwa rasa syukur itu adalah perbuatan untuk membuktikan kesungguhan kita untuk bersyukur padaNya. Bersyukur bukanlah hanya mengucap kata-kata sukur, dan kita dituntut untuk lebih dari itu.













Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya