Pengalaman Mendaftar Asesor Kompetensi LSP FPM

Tulisan tentang Pengalaman Mendaftar Asesor Kompetensi LSP FPM secara khusus akan membahas pengalamanku saat Mendaftar sebagai Asesor Kompetensi pada lembaga sertifikasi profesi (LSP) Fasilitator Pemberdayaan masyarakat (FPM). Cukup menarik karena merupakan sesuatu yang baru yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya setelah puluhan tahun menekuni profesi sebagai penggiat Pemberdayaan Masyarakat.


Pemberdayaan masyarakat tanpa sengaja saya tekuni sejak masa-masa menjadi aktifis mahasiswa di Malang, kegiatan advokasi, pendampingan, dll. Selepas kuliah, krisis ekonomi mendera negara ini pada periode tahun 98-99. Namun kondisi ini semakin membenamkan saya dalam aktifitas yang terkait Pemberdayaan Masyarakat. Bergabung dengan konsultan manajemen dan menjadi bagian dari pelaksana program pemberdayaan masyarakat sejak akhir 1999.

Pengumuman Lowongan Menjadi Asesor Kompetensi

Tahun 2012 posisi saya tengah bergabung pada Konsultan Manajemen Pusat (KMP) sebuah program pemberdayaan. Saat berselancar di dunia maiyya kebetulan menemukan pengumuman akan adanya Kesempatan Untuk Menjadi Asesor Kompetensi Pada LSP FPM. Saya pun membaca dan mencermatinya, maklum memang hal baru bagi saya.



Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (LSP FPM) adalah lembaga independen yang melaksanakan kegiatan sertifikasi profesi fasilitator pemberdayaan masyarakat. LSP FPM memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lisensi diberikan melalui proses akreditasi oleh BNSP yang menyatakan bahwa LSP FPM telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi. LSP FPM dimaksudkan untuk menjaga mutu profesionalisme dari fasilitator pemberdayaan secara fair.

Syarat Mendaftar Sebagai Asesor Kompetensi

Pengumuman saat itu juga menjelaskan bahwa LSP FPM membutuhkan sejumlah 40 orang Asesor Kompetensi. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi antara lain sebagai berikut:

  1. Pendidikan formal min S1 (untuk semua disiplin ilmu) dengan melampirkan copy ijazah S1. 
  2. Berasal dari berbagai kalangan, baik pegawai negeri sipil, asosiasi profesi, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat atau praktisi. 
  3. Memiliki pengalaman dalam bidang pemberdayaan masyarakat minimal 10 tahun dengan melampirkan Curicullum Vitae yang relevan (berbentuk rangkuman pengalaman kerja). 
  4. Memiliki kualifikasi yang sesuai dengan bidang/ unit kompetensi dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SKKNI FPM) dengan menunjukan Surat Referensi Kerja, Surat Tugas, Job Desc/ SOP. 
  5. Bersedia menandatangi pakta integritas sebagai asesor kompetensi dengan menandatangani Surat Pernyataan.


Karena saya merasa memenuhi persyaratan, dan saya merasa tertarik, maka segera mempersiapkan dokumen dan mengirimkan CV, surat lamaran dan saya kirimkan sebelum tanggal 14 September 2012. Dengan perasaan pasrah sepenuhnya padaNya, perasaan yang bergelayut dalam hati saat itu, “Ya Allah kalau memang ini baik dan berkah bagiku, mudahkanlah” secuil doaku saat itu.

Alhamdulillah Lolos Seleksi, Undangan Datang

Menjelang menjalankan ritual rutin sholat Dhuhur 3 Oktober 2012, masuk email dari LSP FPM yang memberitahukan mengenai kelanjutan seleksi penerimaan asesor kompetensi. Tertanggal 1 Oktober 2012, perihal Undangan Seleksi Calon Asesor Kompetensi. Isi dari undangan tersebut memberitahukan bahwa lamaran saya lolos seleksi administratif, dan berhak mengikuti seleksi selanjutnya. Seleksi akan dilaksanakan di kantor IGGRD, jalan Cilandak Tengah 73 Jakarta pada tanggal 4-5 Oktober 2012.




Lolos ditahapan awal tentunya cukup membahagiakan mengingat persaingan khabarnya juga cukup ketat, Akupun mempersiapkan CV, dan membawa beberapa dokumen Asli untuk kelengkapan proses seleksi selanjutnya. Aku sempat menimbang, perlukah aku mempersiapkan diri denga membaca dengan cepat beberapa teori dasar pemberdayaan masyarakat??? Aku mengambil keputusan, tidak perlu, ngalir saja dengan apa yang ada.


Seleksi Asesor dengan Wawancara dan FGD

Sesuai dengan Undangan yang telah saya terima maka seleksi wawancara saya kebagian pada tanggal 4 Oktober 2012. Maka siang itu aku meluncur dari kantor di Danau Toba Benhil menuju Cilandak Tengah, naik Bemo Rp. 3.000,- nyebrang Jembatan benhil Sudirman-Atmajaya, naik Kopaja, dan nyambung ojek. Suasana terik Jakarta siang itu tetap macet, 1,5 jam akhirnya nyampe dilokasi. Di ruang tunggu ketemu dengan beberapa teman, salah satunya yang aku ingat adalah saudara Rachmat Gunarto dari Palembang.



Gambaran seleksi saat itu, ada tim seleksi terdiri dari 5 orang, terdiri dari unsur Perguruan Tinggi, kementerian Dalam Negeri, Pegiat pemberdayaan Masyarakat, LSM/NGO, dan LSP. Tim ini ada dilantai 2, sedangkan peserta menunggu dilantai bawah dan dipanggil bergiliran satu persatu ke lantai atas untuk dilakukan wawancara dengan Tim Seleksi

Tim secara bergantian mengkonfirmasi pengalaman yang dimiliki oleh calon asesor, berangkat dari CV, atau berangkat dari bukti lainnya. Setelah dilakukan sesi itu dilanjutkan dengan pertanyaan seputar sikap, dalam merespons persoalan tertentu. Yang lainnya tentu tentang bagaimana pengetahuan dasar kita tentang LSP, asesor, sertifikasi, komitmen-komitmen personal. Dll.
Aku dengan rendah hati berdiskusi dengan Prof. Totok (UNS),dan anggota tim lainnya, dll. Sekitar 30 menit akhirnya dinyatakan selesai dan aku turun ke lantai 1 dan secepatnya berpamitan untuk kembali ke kantor di kawasan Bendungan hilir Jakarta Pusat. Alhamdulillah semoga aku lolos.

10 Oktober 2012, Pemberitahuan Hasil Seleksi Datang

Sebuah surat dari LSP FPM saya terima melalui email tertanggal 10 Oktober 2012, tentang Pemberitahuan Hasil Seleksi Asesor Kompetensi. Calon asesor yang lolos seleksi diwajibkan untuk mengikuti pelatihan asesor selama 6 hari dengan mengikuti uji kompetensi metodologi asesmen dari BNSP. Calon yang dinyatakan lulus sebagai asesor oleh BNSP, maka selanjutnya bisa melakukan uji kompetensi dibawah LSP Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat.



Surat KEP.02/STAN/10/ 2012 disertai lampiran yang berisi nama-nama calon asesor yang lolos, kebetulan saya ada di no 5 dari daftar diantara 20 orang yang lolos tersebut. Alhamdulillah beberapa tahapan dapat aku selesaikan dengan hasil yang cukup membawa angin segar bagi penggembaraanku di dunia pemberdayaan masyarakat.

.

11 Oktober 2012, Undangan Pelatihan Asesor Kompetensi LSP FPM

Sehari setelah pengumuman datang kiriman email yang berisi tentang Pelatihan Asesor Kompetensi LSP FPM. Pelatihan ini akan dilaksankan di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, mulai tanggal 17 sampai dengan 23 Oktober 2012. Kegiatan ini merupakan kerja baren PMD Kemendagri dengan IGGRD, PSF World Bank dan AusAid.

Total Calon peserta pelatihan Asesor Kompetensi adalah 60 orang, hasil seleksi tanggal 4-5 Oktober 2012. Melihat jadwal yang disampaikan dalam email sudah terbayang betapa melelahkan karena kegiatan dilakukan sampai dengan malam pukul 22.00 WIB untuk penugasan-penugasan. Dan banyak mengerjakan hal teknis dengan membawa peralatan Laptop, dll.

Karena seminggu harus meninggalkan kantor, maka bukan perkara yang mudah untuk mengikuti kegiatan ini. Meskipun ada surat penugasan yang ditujukan kepada Satker tempat saya bekerja, namun dari internal masih membutuhkan penjelasan yang panjang agar diizinkan. Sangat sayang proses seleksi sudah susah tapi saat pelatihan malah tidak diizinkan oleh kantor. Alhamdulillah meski berliku dan berkelok-kelok akhirnya berangkat juga mengikuti pelatihan.

Demikian catatan ringan pengalaman saya mengikuti seleksi untuk menjadi Asesor Kompetensi LSP FPM. Semoga bermanfaat. Met ikuti beberapa aktifitas saya di jagad sertifikasi profesi Fasilitator.



Artikel Terkait

Berbagi informasi bisnis dan peluang usaha untuk Anda. Kontak kami utk informasi selengkapnya