10 UP Dalam Pemberdayaan Masyarakat


Pemberdayaan masyarakat bukanlah sebuah aktifitas yang ringan dan tanpa resiko, aktifitas dalam bidang ini juga membutuhkan keseriusan dalam menjalankan, dibutuhkan pengetahuan yang memadai, serta keterampilan dalam memfasilitasi, mendampingi, dan mengadvokasi masyarakat.

Masyarakat dengan segala kondisi dan keadaannya diberikan intervensi berupa pembangunan dengan beragam konten dan pendekatannya. Sasarannya bisa terhadap individu, organisasi, lingkungan, dan komunitas atau masyarakat secara umum. Harapannya akan terjadi perubahan sosial yang akan berdampak lanjutan pada kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan sejahtera.

Kesadaran akan posisi, kondisi, masalah, dan apa yang harus dilakukan menjadi hal penting untuk mendorong terjadinya perubahan ke arah kehidupan yang lebih berdaya, dan mandiri, Untuk me fasilitasi perubahan yang terjadi di masyarakat dengan pemberdayaan maka dibutuhkan beberapa hal yang bisa menjadi bahan refleksi dan evaluasi diri para pelaku pemberdayaan masyarakat.

Beberapa hal yang bisa dijadikan sumber motivasi antara lain:


  • Get UpSeorang penggiat pemberdayaan harus bermental baja, harus lebih tangguh dari masyarakat yang didampinginya. Bukan jiwa-jiwa yang mudah putus asa, dan menyerah pada keadaan, kondisi, dst. Berapa kalipun Anda mengalami gagal, tugas anda hanyalah bangun kembali dan bekerja lebih keras lagi.

  • Reach Up – Jangan pernah merasa jumawa, paling sukses, sehingga kehilangan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi dan lebih membanggakan dari sebelumnya. Prestasi-prestasi kejarlah dengan kejujuran dan kesabaran.
  • Dress Up - Kecantikan yang datangnya dari dalam dirimu, hatimu, nuranimu akan jauh lebih penting, bermakna dibandingkan dengan sekedar pencitraan, dan beragam aktifitas oportunis lainnya. Sadarilah mana substansi dan mana yang hanya kulit belaka sehingga tidak akan menjebakmu daam hal yang semu dan naif.
  • Shut Up - Berhentilah untuk bicara tentang sebuah kesuksesan yang terjadi pada masa lalu, apalagi dibumbui lengkap dengan keluh kesah yang lebay tentang masalah. Jadilah pejuang tangguh tanpa menyebut dirimu sebagai pejuang, dan berhenti mengasihani diri sendiri berlebihan. Setiap orang mempunyai medan perangnya masing-masing dan disanalah dia akan membuktikan apakah dia bisa menjadi seorang panglima bagi dirinya sendiri.
  • Look Up - Jangan melihat dirimu yang penuh dengan keterbatasan, kebodohan, kefakiran, dll, Tugasmu adalah menyambut cahaya diatas cahaya, lihatlah Tuhanmu Yang Maha Segalanya. Tanpa batas kekuasaan dan kekuatan. Dari Nya sumber inspirasi hidupmu untuk melakukan hal terbaik selama hidup didunia.
  • Lift Up – Tugas kita sebagai hamba Allah hanyalah menjadikan segala urusan kita menjadi urusan rohaniah yang selalu terkait denganNya. Segala nikmat yang diberikan kita patut disyukuri, dan perlu untuk difahami bahwa rasa syukur itu adalah perbuatan untuk membuktikan kesungguhan kita untuk bersyukur padaNya. Bersyukur bukanlah hanya mengucap kata-kata sukur, dan kita dituntut untuk lebih dari itu.
  • 10 UP Obat Kuat Yang Perlu Anda Tahu, silahkan lanjut memahami paparan berikut ini:

Kandungan 10 UP 100% Herbal Alami

Solusi untuk mendapatkan kualitas Ereksi yang optimal dengan mengkonsumsi 10 UP sebagai suplemen alami yang dipersembahan oleh PT ABE Jakarta. 10 UP Merupakan produk baru dari PT ABE sebagai pelengkap dari keberadaan obat Oles ternama yang sudah beredar lebih 5 tahun FOREDI Gel Boyke.



Dengan perbaikan ereksi yang lebih baik dan berkualitas maka diharapkan akan berdampak terhadap kualitas hubungan intim pasutri agar menjadi lebih harmonis. 10UP herbal menjadi pilihan cerdas untuk terapi bagi kesehatan Anda.

Masalah ereksi yang lembek, kurang keras, susah untuk eksekusi hubungan intim yang berkualitas, bahkan membuat badan loyo tanpa tenaga. Menghadirkan 10 UP sebagai solusi agar ereksi menjadi lebih baik dan berkualitas.

Produk 10 UP Pengganti GaSa (gagah perkasa)

Sudah cukup banyak para pelanggan GASA japri menanyakan tentang penggantinya. Sudah dua tahun lebih direformulasi sehingga mereka tentu merasa sangat kehilangan. Bahkan ada pelanggan yang menantikan produk dan menanyakan sampai belasan kali, dan mohon maaf jawaban saya standar karena memang belum ada info dari manajemen.



Dahulu manajemen sempat bisik-bisik bahwa pengganti kapsul GASA yang sebelumnya diperkirakan bernama Neo-GP, sayapun sempat posting tentang produk ini. Sekarang muncul lagi bisik-bisik gencar dari jaringan bahwa pengganti Gasa adalah produk 10Up dan hingga pada saat ini sedang dalam proses di BPOM.

Bahkan ada hembusan kabar bhwa produk 10Up ini akan dilakukan launching pada bulan April 2018, Tapi proses BPOM kadang misteri dan bisa saja jadwal yang sudah ditentukan akan mengalami penundaan.

Produk 10 UP di Rekomendasi Boyke Dian Nugraha

Sebagaimana yang terjadi terhadap produk yang telah diedarkan oleh PT. ABE Jakarta lainnya, maka produk 10UP juga Rekomendasi Boyke Dian Nugraha. Sebuah nama yang sudah populer sebagai tenaga ahli untuk produk khusus pasangan suami istri.



Manfaat dari produk Herbal 10 UP


  1. Solusi Ereksi Kuat Keras Alamiuntuk pria dewasa
  2. Manfaat akan maksimal dirasakan setelah 3 -5 jam kemudian
  3. Tidak mengakibatkan gangguan seperti pusing
  4. Aman di konsumsi setiap hari seperti suplemen untuk tubuh

BPOM Produk 10 UP

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan. Seperti diketahui bahwa produk herbal 10 UP masih dalam proses pengurusan izin BPOM

BPOM melakukan fungsi pengawasan sebelum beredar sebagai tindakan pencegahan untuk menjamin Obat dan Makanan yang beredar memenuhi standar dan persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk yang ditetapkan.



Izin BPOM 10 UP nomor 12345678 akan dikeluarkan oleh lembaga ini apabila produk tersebut sudah melalui tahapan-tahapan izin yang sudah menjadi standar BPOM, dan dinyatakan lolos. Memang dibutuhkan waktu tertentu untuk melakukan uji lab, dls terhadap produk tersebut.

Misalkan Izin BPOM 10UP sudah keluar dengan nomor 12345678, maka nomor BPOM tersebut harus dicetak dikemasan produk obat tersebut. Manfaatnya adalah konsumen dapat jaminan akan keamanan dari produk tersebut untuk dikonsumsi.

Agen Jual 10 UP Jakarta

Untuk memfasilitasi peggiat pemberdayaan masyarakat untuk mengembalikan stamina yang mudah lelah, gairah menurun, kurang greng, dll, kehadiran produk 10UP diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan tersebut.

Tidak bisa ditunda untuk memudahkan para pengunjung maka diperlukan tempat berlabuh bagi yang membutuhkan produk tersebut silahkan kunjungi www.Super10up.Com. Silahkan baca-baca sepuasnya, dan apabila ada yang perlu ditanyakan silahkan klik no WA kami dan kita lanjutkan diskusi via WA.

Kami adalah Stokis 201 Jakarta, tempat resmi memesan produk 10up, kontak WA/SMS 0812-9000-5090.




Pompa Air Sederhana Mengatasi Kesulitan Air Bersih Desa Taman Asri Ampelgading Kabupaten Malang

Inovasi dalam pemberdayaan masyarakat tidak mudah untuk ditemukan disemua desa/kelurahan, hal ini terbukti dengan sulitnya para pendamping/fasilitator untuk menemukan praktik tersebut. Inovasi dengan kadar dan kualitas yang beragam terkadang telah menjadi bagian hidup dari kehidupan warga desa/kelurahan, dan hasil dan manfaatnya sudah direguk tanpa sadar. Paparan ini ikhtiar untuk menjadikan pengalaman inovasi di desa Taman Asri ini sebagai pengetahuan, dan materi belajar bagi siapapun yang membutuhkan. Semoga bermanfaat..

Robert MZ. Lawang: Pemberdayan di Indonesia, Bukan Lagi Soal Kiri atau Kanan

Bukan perkara mudah untuk menemukan kembali makna pemberdayaan. Mengacu pada sejarahnya, pemberdayaan punya dua mahzhab yakni strukturalisme dan modernisme. Masing-masing mahzhab memiliki ciri dan definisi operasionalnya. Strukturalisme acap kali diidentikkan dengan aliran kiri. Sementara itu, modernisme kerap diidentikkan dengan aliran kanan. Namun dalam praktiknya di Indonesia, pemberdayaan masyarakat sulit dikelompokkan ke dalam aliran kiri atau kanan.
Tidak adanya batasan yang jelas antara aliran kiri dan kanan dalam praktik pemberdayaan di Indonesia ini dipicu oleh ketidakkonsistenan paham yang dipakai. Pakar sosiologi UI Robert MZ. Lawang bahkan menyebut, pembangunan di Indonesia tidak pernah secara jelas menunjukkan aliran mana yang dipakai. Sederhananya, para pengelola program pemberdayaan beraliran kiri menggunakan sebagian prinsip dari aliran kanan dan begitu juga sebaliknya. Inilah yang kemudian melahirkan sintesis antara mazhab pemberdayaan strukturalisme dengan modernisme.

Alhasil, untuk masa sekarang, para pengelola program pemberdayaan tidak lagi memperhitungkan mazhab kiri dan kanan. Artinya, aspek modernitas tidak bisa dihilangkan dan ditinggalkan meski pengelola program pemberdayaan menggunakan mazhab strukturalisme. Hal ini terlihat jelas pada praktik pemberdayaan di wilayah Eropa. Di sana, berkembang moderninasi ekologi. Yakni, satu program pemberdayaan yang diarahkan untuk kepentingan ekologi namun dengan pendekatan moderen.
Upaya menemukan kembali makna pemberdayaan akan mengantarkan kita pada pertanyaan mendasar: siapa yang diberdayakan? Jawaban untuk pertanyaan tersebut sudah jelas. Pihak yang diberdayakan adalah orang yang tidak berdaya, rentan, lemah fisik, miskin, dan terisolasi. Membahas pemberdayaan akan sangat terkait dengan isu kemiskinan.

Secara teori, terdapat 2 (dua) kategori kemiskinan yakni kemiskinan relatif dan kemiskinan absolut. Di Indonesia, masyarakat yang masuk dalam kategori miskin absolut justru luput dari pemberdayaan. Mereka ini adalah orang-orang yang mampu hidup untuk beberapa hari mendatang karena punya “jaminan sosial” yang diperhitungkannya sendiri tanpa kepastian yang jelas.

Jika ada sekelompok warga miskin yang luput dari pemberdayaan, lantas siapa yang terpilih untuk diberdayakan. Ada 4 (empat) kategori warga yang terpilih yakni:
  • Orang yang mampu hidup untuk satu musim panen sambil menunggu dengan penuh resiko untuk bulan-bulan berikutnya tanpa kepastian yang jelas;
  • Orang yang mampu hidup untuk 2 musim panen dengan ada cadangan pangan sedikit tetapi tidak bisa menjamin hidup untuk lebih dari itu;
  • Orang yang mampu hidup untuk satu tahun dengan sedikit cadangan untuk kemungkinan sakit atau keperluan mendadak;
  • Orang yang dapat hidup dengan sedikit risiko karena ada cadangan kemungkinan macam-macam masalah.

Nah, yang perlu diingat dalam setiap kegiatan pemberdayaan adalah pembangunan struktur dan sistem yang akan diaplikasikan. Dengan struktur dan sistem yang bagus, maka hasil-hasil pemberdayaan akan terus ada meski si pemberdaya sudah tidak ada lagi di lokasi dampingannya. Agar struktur ini bisa bekerja dalam jangka waktu lama, maka pemahaman tentang struktur yang bersifat sangat membatasi orang dan deterministik harus ditinggalkan. Struktur yang ada harus didesan untuk memampukan dan berkembang terus dari waktu ke waktu. Pada tahap inilah, dibutuhkan keberanian untuk meninggalkan tradisi. Sebab, tradisi kerap menjadi penghambat pembangunan.

Bila direfleksikan pada apa yang diterapkan di Indonesia, pemerintah maupun pelaku pemberdayaan tidak perlu lagi mempersoalkan lagi tentang mazhab yang akan dipakai. Modernisme maupun strukturalisme bukan lagi hal yang krusial untuk dipertentangkan. Namun perlu diingat bahwa prinsip modernitas dalam setiap kegiatan pembangunan harus tetap dipegang teguh dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Penyesuaian prinsip modernitas dalam setiap program pemberdayaan ini bisa dilihat pada apa yang telah dilakukan Muhammad Yunus di Bangladesh. Yunus menilai, sistem perbankan gagal berkontribusi untuk memberdayakan masyarakat miskin karena terlalu moderen. Lantas Muhammad Yunus mengubah sistem perbankan dengan standarnya sendiri.

(Disarikan dari Seminar yang diselenggarakan PT. Amythas, di Bidakara Jakarta, Maret 2011)

Cak Nun: Siapa Yang Harus Di Berdayakan di Indonesia

pemberdayaan lahir dari kebaikan yang sejati, dari dalam nurani orang yang ikhsan untuk melakukan pemberdayaan”. Saya sudah mendengarkan Insyaallah dengan seksama paparan dari bapak Robert Lawang, saya menyatakan seratus persen setuju karena saya tidak mau membikin perkara baru. Demikian juga dari hasil diskusi dengan mas Gunawan Sumodiningrat, saya juga menyatakan seratus persen setuju. Cuma karena tema dari seminar ini ada kata reinventing: menemukan kembali, ada proses untuk ragu dan mempertanyakan kembali untuk mendapatkan formula dan keyakinan baru terhadap pemberdayaan. Maka saya mohon izin untuk berusaha menempatan diri berposisi “antagonis”. Ibarat seorang petinju maka saya ini sebagai seorang sparing partner, jadi saya boleh memukul dan saya juga bisa dipukul balik. Menjadi sparing partner dalam forum, bukan berarti saya melawan beliau berdua.

Saya tidak ikut campur, karena merasa tidak faham sama sekali terhadap Indonesia, saya hanya faham manusia yang ada disekitar saya saja. Mengenai Indonesia “saya tidak faham”, karena secara epistemologi saja Indonesia ini sudah batal, karena kondisinya begini kok disebut negara, enggaklah, masak begitu disebut presiden, begitu kok disebut pemerintah. Karena saya berposisi “antagonis”, maka saya agak melawan biar beliau marah sedikit-sedikit, biar ada pertengkaran intelektual, biar ada dialektika teori, wacana dan seterusnya. Maka dari proses itulah reinventing akan bisa coba kita temukan. Selain itu saya merasa tidak faham karena bukan akademisi, saya kuliah hanya selama empat bulan saja. Kalau dibandingkan dengan mas Gunawan; kalau resminya karena saya tidak lulus kuliah, tidak resminya orang macam beliau butuh waktu enam tahun untuk lulus sarjana ekonomi sedangkan saya cukup empat bulan.

Berangkat dari epistemologi: pemberdayaan, yang diberdayakan adalah masyarakat, dan yang memberdayakan adalah pemerintah, perusahaan, kaum elit, kelas menengah, dll. Mereka yang ditolong oleh rakyat kok mereka mau memberdayakan rakyat. Pemerintah tidak usah memberdayakan rakyat tidak apa-apa, asal jangan ganggu saja. Jangan orang usaha dipalak, dipersulit birokrasinya. Kerjanya pemerintah selama ini adalah membikin rakyat semakin tidak berdaya.
Saya merasa capek karena menjadi keranjang sampah masalah yang terjadi di indonesia. Sampai-samapai saya punya teori: pemerintah Indonesia korupsi tidak apa-apa asal jangan terlalu banyaklah, nggak membangun nggak apa-apa, nggak punya teori pembangunan tidak apa-apa, asal jangan ganggu orang dagang, jangan merusak orang bertani, polisi jangan njebak-njebak orang untuk setor kasus karena ditarget atasan. Ingatlah kamu diberdayakan oleh rakyat, kamu dibayar oleh rakyat, Kamu tidak bisa membayar rakyat. mobilmu, rumahmu, sehari hari itu dibayar oleh rakyat. Bagaimana mungkin yang dibayar mau memberdayakan yang membayar?

Saya dapat bagian untuk membahas theologinya, ini bisa menyesatkan saya untuk menjadi seorang Kiai, padahal saya sudah menghindar Naudzubillahi min Dzaliq, jangan sampai jadi Kiai. Karena Kiai itu kalo disolo berupa kerbau, saya tidak mau bersaing dengan kerbau di kraton solo tersebut. Dan tadi saya disebut pimpinan Kia Kanjeng, itu lebih menghina lagi, karena Kiai Kanjeng itu nama sebuah gamelan, kalau saya disebut sebagai pimpinan Kiai Kanjeng, maka saya dikira kepala gamelan apa??, ngawur arek-arek iku! Tidak apa saya masih tetap beri hormat.

Selama ini yang kita sebut masyarakat biasanya selalu asumsinya: bukan Pemerintah, perusahaan-perusahaan besar, bukan kaum intelektual, tapi people. Masyarakat mau tidak mau asal usulnya dari bahasa Arab dari kata syarikah. Musyarokah adalah: perundingan dan kesepakatan untuk menyusun pekerjaan bersama, sedang pelaku musyawarah disebut masyarakat. Jadi sebenarnya seluruh bangsa indonesia ini adalah pelaku untuk menentukan presidennya, DPRnya, ini judikatifnya.

Kalau kata rakyat tidak bersifat kuantitatif tapi bersifat kualitatif, karena kata rakyat berasal dari kata rukyah, mohon maaf sebelumnya karena agak NU sedikit. Rukyah itu artinya kepemimpinan. Maka cocok dalam demokrasi karena dalam demokrasi yang memimpin itu rakyat, kedaulatan ada pada rakyat, kemudian dipinjamkan kepada presiden SBY selama 5 tahun. Karena dia sangat tidak berdaya, maka dia dipinjami kekuatan oleh rakyat. Karena dia adalah orang yang paling tidak berdaya, sama dirinya sendiri saja tidak berdaya, sama ambisi-ambisinya, resiko dan perilakunya selama tujuh tahun juga tidak berdaya. Maka dialah yang seharusnya kita berdayakan saat ini.

Kalau rakyat tidak ada negara tidak masalah, mereka akan bisa mengatur diri sendiri, melindungi diri sendiri. Sekarang ini semua jadi ancaman, bupati jadi ancaman, camat jadi ancaman, polisi jadi ancaman, kepala dinas jadi ancaman, pajak jadi ancaman. Rakyat Indonesia meskipun tidak berdaya sebenarnya sangat berdaya, rakyat Indonesia adalah orang yang berani hidup melebihi pejabat dan pemimpinnya. Kalau pemimpinnya nggak berani tidak menjadi pemimpin.

Takut tidak menjadi Bupati, kalau bisa dipilih dua kali, Kalau tidak boleh lagi ya istrinya, kalau nggak boleh ya keponakannya, besannya, ataua siapa yang lainnya. Karena perilaku demikian maka menunjukkan kalau meraka sangat tidak berdaya. Kalau rakyat tidak berdaya mereka akan mengamankan dirinya sendiri dari ancaman yang bermacam-macam. Takut kepada polisi karena kalau lapor ayam hilang maka mereka harus membayar kambing. Maka rakyat sangat berdaya didalam proses yang tidak memberdayakan dia. Saya sengaja ganggu-ganggu saja, jangan marah ya!.

Kalau ummat dari kata ummun; ibu, jadi orang yang berkumpul karena seperibuan nilai, ummat kristiani, karena substansi yang membuat mereka berkumpul itu nilai. Dalam Islam ibu itu tiga kali lebih mulia dari bapak, makanya saya jadi bapak saja biar tidak terlalu mulia. Bahkan sifat bapak terkandung pada ibu, sifat ibu tidak terkandung dalam bapak. Kalau kita akal-akalan cari landasan theologinya maka kata Tuhan sebagai Supreme Ilaah hurufnya selalu berdiri, kalau Tuhan mendekatkan diri pada hambanya sebagai Robbi itu maka ra’ nya membungkuk ba’ nya menelentang. Ibu-ibu mohon maaf dosanya banyak tapi kecil-kecil, kalau laki-laki sedikit tapi besar-besar.

Pemberdayaan kalau di perusahaan bisa berwujud CSR, ini menarik saya dan telah mempelajari asal usulnya dari mana, atas inisiatif dari mana. Tadi saya iseng-seng menuliskan diperjalanan, inikan social responsibility (tanggung jawab sosial), maka dari ribuan kebaikan saya ambil sebanyak 10 kebaikan, supaya tahu pemberdayaan itu dari kebaikan yang mana.

  1. Kebaikan yang di anjurkan (universal), masih cair, belum diformulasikan, diperintahkan. Dalam Al-Quran; yadduuna ilaa al-khoir.
  2. Kebaikan yang sudah diarifi (ma’ruf), sudah menjadi pasal-pasal hukum, berupa undang-undang, peraturan. Maka dia harus sudah pada posisi diperintahkan.
  3. Kebaikan yang dipaksakan, (hukum/Hikmah) misalnya masuk penjara, ini baik atau buruk? Kalau ragu-ragu kenapa bikin negara ada penjara? Tuhan bikin neraka itu baik atau buruk? Baik!!! Kalau ada yang mengeluh Tuhan tidak adil? Lho yang berhak menyuruh Tuhan itu adil itu siapa, nuntut adil itu berlaku apabila pada orang yang sama-sama punya saham, punya sama-sama punya akses, ada kerja sama sehingga punya hak. Jangankan bikin tsunami di Jepang, seluruh Indonesia dibenamkan ke pusat bumi itu hak Dia. Bahkan bumi ini hancurkan karena dibenturkan dengan bulan, itu juga menjadi hak Tuhan. Jadi Tuhan tidak wajib adil, tetapi Tuhan sangat adil, Cuma adilnya Tuhan bukan karena wajib adil tapi karena dia cinta pada kamu maka Tuhan itu berbuat adil. Tapi kamu nggak punya hak atas keadilan Tuhan.
  4. Kebaikan yang dibatalkan (riya), orang yang berbuat baik ditampak-tampakkan, misal Amythas peduli Merapi, itu batal kebaikkannya.
  5. Kebaikan yang dimulyakan/disembunyikan (kharomah), kata nabi; kalau engkau memberi dengan tangan kanan, tangan kiri nggak perlu tahu.
  6. Kebaikan yang dibatasi, harus jelas kebaikan itu vertikal-horisontal, Ar-rohman- Ar-rahim, arrohman itu kebaikan yang meluas, sedangkan Arrahim itu kebaikan yang mendalam dan meninggi.
  7. Kebaikan yang dikhususkan, contoh Assalamualaikum, Wr. Wb. Bermaksud yang dituju dirahmati oleh Allah. Kalau di Indonesia masih berlaku Assalamualaikum, Wr. Wa adzabu. Jadi rahmatnya Tuhan belum menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. Kalau Rahmat itu menyebar bagi siapa saaja secara acak, jadi ada korupsi, beli soto masih enak rasanya. Kalau anda memakai uang APBD untuk melacur tetap enak rasanya melacur, itu namanya rahmat. Tapi kalau barokah lain lagi.
  8. Kebaikan yang diperhitungkan agar maksimal kadarnya, kebaikan yang disimulasikan secara sosial. Pemberdayaan, seperti yang dilakukan oleh LSM yang melakukan pemberdayaan masyarakat, sementara masyarakat mecari uang sendiri, tapi LSM nya mendapat uang dari luar negeri. Begitu juga presiden, kalau saya ketemu bukannya saya menunduk tapi harusnya dia yang menunduk kepada rakyat, Sebab bakulnya rakyat ada diatas kepalanya, jadi kalau tidak hati-hati bakul jatuh (wakul ngelempang segone dadi sak latar).
  9. Kebaikan Sejati, orang-orang yang punya ikhsan, lahir dari nuranimu untuk berbuat, seperti shodaqoh
  10. Kebaikan yang dirahasiakan(biir), kalau obyeknya dinamakan mabrur, ada rahasia dipuncak cinta hubungan hamba dengan Tuhannnya. “Mabrur itu pelengkap penderita. Kata dasarnya adalah birr (kebaikan). Artinya, mabrur adalah orang yang diberi kebaikan tertentu,”. Pemberdayaan harapannya lahir dari kebaikan yang sejati, dari dalam nurani orang-orang yang punya ikhsan untuk berbuat dan melakukan pemberdayaan.

Melihat realitas bangsa sekarang jangan sedih jangan sedih, orang yang bercinta akan mengalami titik yang paling konyol dalam hidupnya. Saat ini merupakan titik paling konyol dari bangsa Indonesia, namun adalah titik terakhir menuju gerbang untuk menyinari dunia. Amerika akan bangkrut, Jepang sudah begitu, Afganistan, Irak, Libya semua diambili kilang-kilang minyaknya. Kita tenang saja, biarkan pertamina gitu-gitu saja biarin. Kita akan menemukan energi baru,kita akan dan sudah menemukan energi baru. Aku lihat didaerah selatan sudah bikin perusahaan untuk mengkudeta sang penemu menyerahkan copyright,di yogya dan kediri nggak mau akhirnya masuk bui 2 tahun. Dia akhirnya menyerah kepadaku, aku hanya bilang” kamu ini kalau perang diam-diam tapi kau sudah kalah perang baru ke aku.

Saya sangat cinta Indonesia karenanya saya tidak tega, buat saya pemberdayaan rakyat dari rohani dan kemanusiaan. Pokoknya orang besarkan hatimu, miskin nggak apa-apa petitha petithi!!, barang siapa miskin silahkan sombong , kalau sudah kaya tolong rendah hati, itu pembagian tugas. Masak sudah kaya sombong, sudah miskin minder, goblok temen koen.

Malaysia enam tahun lagi kalau berani-berani sama kita, kita nggak usah akan kirim TKI karena masih banyak penganggur yang mau mati. Ini kalau saya teruskan maka jadi pidato kenegaraan. Ini akhirnya membuat anda tertawa, saya tidak provokasi, harus ada atmosfir keyakinan bahwa kita ini berdaya, sesungguhnya yang membikin kita tidak berdaya, karena kita hanya bertengkar diantara kita. Sesunguhnya kita ini sangat berdaya, alamnya kaya, manusianya paling istimewa dimuka bumi.

Pelajari antropologi, pelajari homo erectus, homo sapiens, pelajari gen-gen dalam peradaban, anda adalah manusia paling istimewa didunia. Orang Indonesia itu boleh salah tapi nggak ada yang bisa mengalahkan bonek. Jelas nggak punya kerjaan berani kawin, istrinya hamil belum punya kerjaan malah kredit motor, siapa itu kalau bukan orang Indonesia. Saya tanya bagaimana akan menghidupi istrimu?, wis Bismillah cak...lho!!! dengan Bismilah saja sudah diatas dari garis kemiskinan.

Lihat itu bencana di Jepang, orang pada nangis!!, kalo kita lihat ada bencana yang di Yogya, di Aceh setelah dua jam saja kelihatan ada siaran TV sudah melambaikan tangan sambil ketawa. Kurang bagaimana orang Indonesia hatinya itu sangat kuat , sudah tahu korupsi sangat banyak malah senyum-senyum di depan orang banyak. Itu mental yang luar biasa orang Indonesia, jadi malaikat saja mampu apalagi jadi setan.

Semboyannya mas Gunawan Manunggaling Kawulo Kalian Gusti, Ing Ngarso Sung Tulodho Tut Wuri Handayani di departemennya akan diketawakan, Wong urusane sekarang cuma proyek, proyek, proyek, Sekarang semua sudah dikapitalisme, masjid, semua pertengkaran itu kapitalisme, apa itu Ahmmadiyah, NU, .. itu nothing to do it Agama, itu semua Kapitalisme....... allahu akbar.......Allahu Akbar juga sudah dikapitalkan. Wong ngajur kepala orang kok Allahu Akbar, ....malaikat jibril: “ngene..yo opo arek-arek???”.

Untuk yang perusahaan memang harus pemberdayaan, dan mereka sendiri mengakui ini sosial responsibility itu ikhsan namanya sebuah kemuliaan yang tinggi ,itu lebih dari sholat, kalau lahir dari nuraninya tidak karena diperintah oleh Tuhan maka nilainya sangat tinggi. Kalau sepulang dari sini ada kecelakaan, anda boleh menolong meski korbannya meski menggelepar-gelepar. Polisi tidak akan menangkap anda. Hukum sangat rendah karena tidak mengikat manusia pada posisi itu, namun anda akan sangat rendah dimata moral.

CSR itu mudah-mudahan lahir dari nuraninya, kalo ya maka seminar ini patut kita puji karena nagapain perusahaan mengadakan kegiatan seperti ini kalau bukan karena nuraninya. Urusan perusahaan kan kapitalisme, Kapitalisme itu terikat oleh etikanya sendiri, tidak terikat norma agama etika kemanusiaan, tapi Amythas membuka pintu bahwa etika itu adalah universal, tidak bisa berdiri sendiri: etika ekonomi, etika politik, dll.
Untuk para pemberdaya-pemberdaya ini yang saya binggung itu, sampean ini memprogram pemberdayaan itu berangkat dari siapa. Sampean memprogram atau kalian sudah dengerin apa yang dibutuhkan masyarakat apa belum. Misalnya saya akan mentraktir mas Gun di MC Donald, mas gun mau makan apa? Saya mau makan lontong sayur. Nah selama ini program pemberdayaan itu kurang berangkat dari kebutuhan rakyat.

Dompet Dhuafa, Badan zakat, Badan Amil itu kaya raya, tapi kalau ada pengemis minta uang seratus saja tidak bisa memberi. Karena tidak ada prosentase untuk spontanitas penderitaan yang nyata pada masyarakat, jadi masyarakat itu bagian dari kemewahan dia untuk beramal, bukan bagian dia berkurban untuk masyarakat. Jadi larinya mereka bukan ke CSR tapi larinya kekita-kita. Saya itu sudah membiayai apa saja, mulai urusan orang kawin, sakit, mau melahirkan, dll kadang tidak kenal tapi datang dan meminta biaya rumah sakit untuk melahirkan. Saya dan istri kerumah sakit, tanya namanya, membayarnya lalu pergi dan nggak pernah tahu siapa orang tersebut.

Untuk program pemberdayaan dengan konsep dari perusahaan itu 70% lah, sisanya yang 30% untuk uang standby untuk keperluan yang mendesak. Kalau anda pegang uang APBD ada pengemis minta uang 100 rupiah pasti diambilkan dari uang pribadi, artinya kesulitan untuk menggunakan uang APBD, lho ini negara cap apa kalo kondisinya begini ini?. Yang kita harus cari adalah invesi-invesi formulatif dari pemberdayaan, dan jangan hanya terpaku pada bidang ekonomi saja.

Saya pernah membagi uang 180 juta di padang bulan, yang sebelumnya saya suruh daftar dahulu. Karena peminatnya Jumlahnya saya turunkan karena pendaftarnya membludak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bahkan ada seorang ibu yang hanya mendapat bagian Rp. 5000,- Dia datang dari Trenggalek ke Jombang, bawa RT-nya supaya yakin bahwa dia benar-benar miskin. - tapi hanya dapat bagian Rp. 5000,-. Dia menangis, tapi satu minggu berikutnya dia datang lagi membawa ketela satu becak. Artinya berdaya dan tidak berdaya jangan hanya dilihat ekonominya, orang kecil itu lebih berdaya mental dan hatinya daripada kita.

Contoh lain, adalah seorang Ibu Tua (89 tahun) penjual gorengan kerak nasi dengan harga Rp. 5000,, oleh teman saya yang sedang main kerumah saya, si Ibu tua tadi diberi uang Rp. 100.000,- untuk satu bungkusnya. Lalu apa yang terjadi? Si Ibu Tua tersebut ternyata marah “ mas, saya ini tidak ngemis, saya ini bekerja, ini harganya Rp. 5000,-. Lebih berdaya mana mbok tadi dengan para menteri yang mengemis-ngemis jabatan.

(Disarikan dari Seminar yang diselenggarakan PT. Amythas, di Jakarta, Maret 2011)

Bagaimana Penetapan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia)

SKKNI sudah semakin akrab bagi masyarakat karena sampai dengan saat ini karena sudah lebih dari 500 buah telah ditetapkan oleh pemerintah. Penerapan SKKNI sangatlah dibutuhkan oleh Indonesia kekinian guna mendongkrak kompetensi para pekerja sehingga lebih memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Keberadaan SKKNI pada masing-masing profesi akan memudahkan pula pengendalian terhadap kualitas hasil pekerjaan, sehingga diharapkan akan berkontribusi langsung terhadap produk barang dan jasa Indonesia.

Sebagian masyarakat masih bertanya tentang bagaimana tata cara sebuah SKKNI ditetapkan? Untuk menjawabnya tentu kita bisa merujuk kepada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.21/MEN/X/2007 tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Dalam Peraturan menteri ini ada beberapa yang bisa kita telaah secara khusus sehingga akan membawa kita memahami lebih utuh tentang SKKNI.

Penggunaan istilah Kompetensi Kerja dapat dimaknai sebagai kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Sedangkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan penjelasan mengenai Kompetensi Kerja dan SKKNI maka kita beranjak untuk memahami tentang: Profesi dan pelatihan kerja berbasis kompetensi. Profesi adalah bidang pekerjaan yang untuk melaksanakannya diperlukan kompetensi kerja tertentu, baik jenis maupun kualifikasinya. Sedangkan pengertian dari pelatihan Kerja berbasis Kompetensi adalah pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

Tahapan Penetapan SKKNI

Ada 4 tahapan yang harus ditempuh dalam penetapan sebuah SKKNI:

1. Perencanaan penyusunan RSKKNI

  • Instansi teknis pembina sektor menyusun rencana induk penyusunan RSKKNI di masing-masing sektor.
  • Perencanaan penyusunan RSKKNI diprakarsai oleh instansi teknis pembina sektor, asosiasi profesi, pakar, praktisi, asosiasi perusahaan/industri dan/atau pemangku kepentingan lainnya mengacu pada ketentuan.
  • Dalam hal perencanaan penyusunan RSKKNI tidak diprakarsai oleh instansi teknis pembina sektor, maka Tim penyusun RSKKNI terlebih dahulu melaporkan pada instansi teknis pembina sektor untuk mendapatkan persetujuan.

2. Penyusunan RSKKNI

  • Penyusunan RSKKNI dilakukan pada bidang pekerjaan yang belum memiliki penetapan SKKNI.
  • Penyusunan RSKKNI menggunakan pola RMCS yang mengacu pada kebutuhan lapangan usaha.
Penyusunan RSKKNI sekurang-kurangnya memuat :
  • sektor, sub sektor, atau istilah yang digunakan dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI);
  • bidang, sub bidang kerja dan/atau profesi;
  • jenjang kualifikasi menurut bidang profesi dan/atau pekerjaan;
  • unit kompetensi dan uraian unit kompetensi.

3. Pembakuan RSKKNI

Tahapan penyusunan RSKKNI dimulai dari :
  1. pembentukan komite RSKKNI;
  2. pembentukan tim penyusun RSKKNI;
  3. penyusunan draft RSKKNI;
  4. pembahasan draft RSKKNI melalui pra konvensi;
  5. verifikasi draft RSKKNI hasil pra konvensi;
  6. konvensi dalam rangka pembakuan RSKKNI;
  • Pembakuan RSKKNI dilakukan melalui penyelenggaraan forum konvensi yang dikoordinasikan oleh komite RSKKNI pada instansi teknis pembina sektor.
  • Penyelenggaraan forum konvensi melibatkan asosiasi profesi, pakar, praktisi, lembaga diklat, industri, pemerhati profesi, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan BNSP.
  • Forum konvensi menghasilkan bakuan RSKKNI yang telah disetujui oleh seluruh pemangku kepentingan untuk ditetapkan menjadi SKKNI.

4. Penetapan SKKNI.

  • RSKKNI yang telah dibakukan melalui konvensi diusulkan oleh instansi teknis pembina sektor kepada Menteri melalui Direktur Jenderal untuk ditetapkan menjadi SKKNI.
  • Usulan penetapan SKKNI dilengkapi dengan berita acara konvensi.
  • Penetapan RSKKNI menjadi SKKNI paling lama 20 (dua puluh) hari kerja sejak diterimanya usulan dari instansi teknis pembina sektor.
  • SKKNI yang telah ditetapkan oleh Menteri diserahkan pada instansi teknis pembina sektor.

SKKNI yang telah ditetapkan berlaku secara nasional menjadi acuan bagi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan profesi, uji kompetensi dan sertifikasi profesi. Pemberlakuan SKKNI dilakukan oleh instansi teknis pembina sektor untuk penyelenggaraan program pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi kerja sesuai dengan lapangan usaha dan/atau bidang profesinya.

Menilik pada tahapan-tahapan yang telah ditetapkan seperti dijelaskan diatas tentu akan menjadi telaah dan pertimbangan tersendiri bagi kelompok profesi yang akan memproses SKKNI.  Menyiapkan mental, biaya, SDM yang akan menangani proses tersebut menjadi penentu, tidak sedikit yang putus ditengah jalan, bahkan bubar, sebagian juga mengalami trauma. Tidak sedikit yang berseloroh bahwa tahapannya tidak lebih ringan daripada mendirikan sebuah perguruan tinggi.

Pemberdayaan Masyarakat Indonesia

PEMBERDAYAAN.COM adalah salah satu wujud dari obsesi saya untuk mempunyai sebuah wadah, online yang dapat menampung beragam rekaman aktifitas, aspirasi, dan pengalaman seputar dunia pemberdayaan masyarakat. Atas keyakinan bahwa berbagi adalah perbuatan yang bagus maka segenap muatan pengalaman, ilmu, komitmen, ketrampilan dalam dunia pemberdayaan masyarakat kami niatkan sebagai waqaf online untuk masyarakat Indonesia. Semoga mendatangkan manfaat yang barokah. Harapan kami serangkaian proses yang terjadi akan berkontribusi bagi percepatan pencapaian kemandirian masyarakat.

PEMBERDAYAAN.COM Mendapatkan domain ini sebuah kebetulan belaka, ketika coba-coba dan ternyata masih available maka dengan secepat kilat saya eksekusi sehingga bisa masuk dalam pelukan. Beberapa tahun silam PEMBERDAYAAN.COM sempat hadir dijagad maya kurang lebih setahun lamanya, namun sempat mengalami kelumpuhan karena serangan virus yang dirasakan agak nakal, sehingga pada akhirnya terbengkalai beberapa tahun. Namun pada saat ini semangat untuk bangkit telah datang, segenap energi telah terkumpul, semoga sekolah pemberdayaan masyarakat online  bisa menjadi sahabat online anda dalam berselancar mengarungi samudra pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

Kategori PEMBERDAYAAN Masyarakat PEMBERDAYAAN.COM akan memfasilitasi para pengguna dengan mengusung beberapa katagori artikel seperti Teori, Pengembangan Kapasitas, Desa Membangun, Badan Usaha Milik Desa, Inovasi pemberdayaan, Membangun Kawasan, Monitoring dan Evaluasi Program. Sertifikasi Fasilitator Pemberdayaan. Kategori tersebut kami pilih guna semakin mendekatkan kepada kebutuhan informasi masyarakat terhadap tema tersebut. Disamping Katagori tersebut PEMBERDAYAAN.COM juga tidak lupa akan menyajikan bahasan seputar wira usaha: kewirausahaan, tantangan, kisah sukses serta pengalaman lapang: yang berisi tentang cerita pengalaman lapang, best practice. Satu lagi katagori yang menarik untuk disimak adalah tentang belajar monitoring dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat.

PEMBERDAYAAN.COM akan membahas juga tentang lahirnya sebuah profesi baru di Indonesia yaitu fasilitator pemberdayaan masyarakat. Pengakuan negara atas lahirnya profesi ini ditandai dengan terbitnya Permen tentang SKKNI (standar kompetensi kerja nasional Indonesia) bidang Fasilitator pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya sebagai implementasi dari amanah untuk menjaga kualitas dari prmbrrdayaan masyarakat yang dilakukan maka dibutuhkan sebuah lembaga yang melakukan sertifikasi atas kompetensi Fasilitator pemberdayaan masyarakat. Setelah sekian tahun berproses maka lahirlah LSP-FPM untuk memfasilitasi sertifikasi profesi fasilitator pemberdayaan masyarakat, yang akan dilakukan secara bertahap terhadap pelaku pemberdayaan masyarakat.

Eksistensi Istilah PEMBERDAYAAN Pemberdayaan merupakan istilah yang semakin populer, dan sudah dipergunakan oleh semua kalangan baik swasta, pemerintah, ataupun aktifitas masyarakat lainnya. Namun tidak ada salahnya lain waktu kita akan kupan tentang arti pemberdayaan, pemberdayaan adalah, pemberdayaan artinya. Penggunaan istilah pemberdayaan terus merengsek sehingga lahir: pemberdayaan aparatur negara, pemberdayaan anak jalanan, pemberdayaan aparatur, pemberdayaan anak, pemberdayaan air, pemberdayaan anak putus sekolah. Bisa kita tebak masing-masing mempunyai sektor yang berbeda tetapi sudah mengadopsi penggunaan istilah pemberdayaan masyarakat dalam program lembaganya.

PEMBERDAYAAN Masyarakat dan Pembangunan Dalam penerapan pemberdayaan masyarakat telah pula melahirkan beberapa topik bahasan yang menarik antara lain; pengertian pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan masyarakat desa, pemberdayaan masyarakat pesisir, pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, pemberdayaan menurut para ahli, pemberdayaan manusia, pemberdayaan masyarakat bidang ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Rasanya topik yang menarik untuk dibahas bukan?, Pemberdayaan Masyarakat Bidang Ekonomi Baiklah, selain terkait masyarakat secara langsung pemberdayaan juga melahirkan keturunannya yaitu terkait masuknya aspek ekonomi sehingga lahir pula topik baru yang lebih khusus seputar: pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat islam, pemberdayaan ekonomi keluarga, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, pemberdayaan ekonomi rakyat, pemberdayaan ekonomi umat, pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, pemberdayaan ekonomi perempuan.

PEMBERDAYAAN Nelayan dan Wanita Pemberdayaan masyarakat kepada nelayan dan pesisir juga tidak ketinggalan, sehingga melahirkan topik-topik yang menarik untuk dikaji lebih dalam, antara lain: pemberdayaan nelayan, pemberdayaan negara maritim, pemberdayaan nelayan pesisir, pemberdayaan nelayan tradisional, pemberdayaan nelayan kecil dan pemberdayaan nelayan dalam upaya mengurangi kemiskinan. Geliat kaum wanita untuk menggapai kesetaraan dengan kaum pria melahirkan sejumlah topik yang menarik antara lain: pemberdayaan wanita, pemberdayaan gender, pemberdayaan wanita dalam bidang kesehatan, pemberdayaan wanita wirausaha, pemberdayaan wanita adalah, pemberdayaan wanita nelayan, pemberdayaan wanita tani. pemberdayaan perempuan, pemberdayaan perempuan dalam pembangunan, pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Ragam Profesi PEMBERDAYAAN Tidak mau ketinggalan dengan topik seputar pemberdayaan, maka beragam profesi juga unjuk gigi sehingga bergema topik bahasan didunia maya seperti berikut: pemberdayaan pegawai, pemberdayaan pemuda, pemberdayaan penyuluh pertanian, pemberdayaan petani, pemberdayaan p3a, pemberdayaan bumn, pemberdayaan bp3k, pemberdayaan badan legislatif, pemberdayaan bidan, pemberdayaan bumd, pemberdayaan buruh migran, pemberdayaan berbasis komunitas, pemberdayaan bahasa indonesia, pemberdayaan bidang kesehatan, pemberdayaan birokrasi. Profesi yang lain juga unjuk kebolehan dalam pemberdayaan seperti: pemberdayaan guru, pemberdayaan gepeng, pemberdayaan gapoktan, pemberdayaan guru honorer, pemberdayaan generasi muda, pemberdayaan guru sebagai jabatan profesional, pemberdayaan guru melalui standar kompetensi.

PEMBERDAYAAN Sektoral Dunia usaha juga menyadari akan kelemahan yang ada dalam komunitasnya sehingga beragam upaya pemberdayaan dilakukan dengan melahirkan topik sbb: pemberdayaan umkm, pemberdayaan ukm, pemberdayaan umkm oleh pemerintah, pemberdayaan umat, pemberdayaan usaha mikro, pemberdayaan umat islam, pemberdayaan usaha garam rakyat, pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah, pemberdayaan umat islam untuk mewujudkan masyarakat madani, pemberdayaan umkm di indonesia. pemberdayaan tki, pemberdayaan tenaga pendidik non formal, pemberdayaan tenaga fungsional pustakawan di badan perpustakaan daerah provinsi jawa barat, pemberdayaan teknologi dalam pengelolaan lingkungan hidup, pemberdayaan toga, pemberdayaan teknologi dalam pembelajaran matematika.

PEMBERDAYAAN Tenaga Kerja Tenaga kerja diberagam matra juga tak luput dari sentuhan pemberdayaan sehingga kita tak asing lagi dengan dinamika istilah sbb: pemberdayaan tenaga kerja, pemberdayaan tenaga kependidikan, pemberdayaan tenaga kerja mandiri, pemberdayaan tenaga kerja, pemberdayaan tenaga kependidikan, pemberdayaan tenaga kerja mandiri, pemberdayaan sdm, pemberdayaan sosial, pemberdayaan sdm dalam organisasi, pemberdayaan sampah, pemberdayaan sebagai proses, pemberdayaan sumber daya air, pemberdayaan sumber daya manusia dalam organisasi, pemberdayaan siswa smk sebagai generasi penerus bangsa, pemberdayaan stakeholder, pemberdayaan sdm dalam pendidikan.

PEMBERDAYAAN Organisasi dan Hukum Yang tidak mau terlewat adalah dinamika organisasi dan hukum dalam memberdayakan beberapa aspek agar mencapai performa yang lebih baik. Upaya tersebut melahirkan topik bahasan di masyarakat antara lain: pemberdayaan organisasi, pemberdayaan odha, pemberdayaan organisasi kepemudaan, pemberdayaan organisasi adalah, pemberdayaan otonomi daerah, pemberdayaan ormas, pemberdayaan organisasi sosial, pemberdayaan orang miskin, pemberdayaan otak kanan, pemberdayaan orang cacat, pemberdayaan harta benda, pemberdayaan hak anak, pemberdayaan hukum masyarakat, pemberdayaan hukum bagi masyarakat, pemberdayaan hubungan sekolah dengan masyarakat.

PEMBERDAYAAN.COM hadir adalah sebuah keniscayaan, karena deretan topik pemberdayaan masyarakat yang telah bergulir di negeri ini, meliputi sejumlah bidang, sektor, dimensi, profesi sehingga semakin menegaskan bahwa PEMBERDAYAAN.COM hadir tepat waktu, dan tepat konteks. Tidak ada harapan lain dari kami selaku pengelola PEMBERDAYAAN.COM bahwa kehadiran kami semakin melengkapi pengetahuan Anda sekalian, semoga pengetahuan yang kami suguhkan bermanfaat dan barokah. Amien Ya Robbal alamin.