Ketentuan Gugurnya Dokumen Penawaran Pada Lelang Infrastruktur Pemberdayaan Masyarakat


Pelaksanaan sebuah program pemberdayaan masyarakat adalah memfasilitasi sebuah pembelajaran kepada pelaku-pelaku dimasyarakat tentang tema tertentu yang disasar oleh program. Salah satu program dibawah Kementrian PUPR adalah NUSP-2 : Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase-2, yang berfokus dalam penangganan kawasan kumuh di Indonesia.

Tahapan Kegiatan Program Pemberdayaan


Kegiatan musyawarah kelurahan III digagas oleh program yang ditujukan untuk membahas hasil revisi dokumen rencana aksi perbaikan lingkungan atau Neighborhood Upgrading Action Plan (NUAP) yang telah disusun oleh UPL-BKM dengan TIPP dan telah disetujui oleh LCO.

Berdasarkan dokumen NUAP dan kegiatan prioritas penanganan yang telah disepakati oleh masyarakat, kemudian ditindaklanjuti dengan menyusun dokumen Rencana Kerja Masyarakat (RKM) (Community Action Plan/CAP) yang memuat rencana pelaksanaan pembangunan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), desain dan rencana operasi dan pemeliharaannya.

Untuk lebih memahami tentang program NUSP-2 silahkan simak video berikut ini:


Masyarakat sebagai pelaku utama atau menjadi subyek pembangunan yang melaksanakan dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan NUSP-2 mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pembangunan infrastruktur dan pasca konstruksi di kelurahan.

Pengadaan Barang dan Jasa Infrastruktur Masyarakat


Ketika kegiatan infrastruktur yang akan difasilitasi oleh program telah memenuhi syarat untuk dilakukan lelang maka BKM melakukan Rencana pemaketan pengadaan barang dan jasa, yang didalamnya memuat Nama Paket, rincian bahan dan alat, volume dan satuan, harga, metode pengadaan, justifikasi dan perkiraan waktu pelaksanaan.



Metode pengadaan misalnya menjelaskan mana paket yang dilakukan dengan lelang sederhana, atau penunjukan langsung. Sedangkan untuk justifikasi berisi tentang pertimbangan kenapa dipilih metode pengadaan tersebut. Misalnya penunjukan langsung justifikasinya karena barang tidak ada dilokasi.

Dinamika Proses Pengadaan Barang dan Jasa


Ketika proses Pengadaan Barang dan Jasa dilakukan sesuai dengan tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan, karena sesuatu hal maka dipertimbangkan untuk dilakukan penguguran peserta lelang. Tentu keputusan ini harus dilakukan super hati-hati dan tidak boleh melanggar ketentuan yang berlaku, karena akan membawa dampak lanjutan bila salah dalam tahapannya.

Pemerintah kota/kabupaten dalam hal ini Pokja harus mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai ketentuan dan persyaratan gugurnya suatu dokumen penawaran menurut sistem gugur satu sampul.

Aspek mempertimbangkan kemanfaatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang sedang dilelang harus melekat pada anggota pokja sehingga pemanfaatn dana pembangunan Indonesia yang bersumber dari APBN/ APBD bisa optimal bermanfaat bagi masyarakat.


Ketentuan dan Persyaratan Gugurnya Dokumen Penawaran

Berikut ini hanya berbagi mengenai ketentuan dan persyaratan gugurnya suatu dokumen penawaran menurut sistem gugur satu sampul:

1. Gugurnya Dokumen Berdasar Perpres 54 tahun 2010 


Dalam perpres %$ ini disebutkan bahwa persyaratan yang menggugurkan bagi penyedia. Namun dalam definisi system gugur yang dijelaskan dalam Penjelasan Perpres 54 tahun 2010 Pasal 48 Ayat (1) Huruf a, sbb: Sistem gugur merupakan evaluasi penilaian penawaran dengan cara memeriksa dan membandingkan Dokumen Penawaran terhadap pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan urutan proses evaluasi dimulai dari penilaian persyaratan administrasi, persyaratan teknis dan kewajaran harga. Terhadap Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang tidak lulus penilaian pada setiap tahapan dinyatakan gugur.


2. Lampiran III Perpres 54 tahun 2010 subbab B.1.f.7).c)


Menjelaskan tentang ketentuan umum dalam melakukan evaluasi : sbb: penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat;


3. Lampiran III Perpres 54 tahun 2010 subbab B.1.8).b)


Evaluasi administrasi dalam metode system gugur satu sampul, menurut Lampiran III Perpres 54 tahun 2010 subbab B.1.8).b), penawaran dinyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi, sbb: syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pemilihan dipenuhi/ dilengkapi; surat penawaran:

(a) ditandatangani oleh:

  • direktur utama/pimpinan perusahaan;
  • penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya;
  • kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik;
  • pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama; atau
  • peserta perorangan.

(b) jangka waktu berlakunya surat penawaran 

Apabila tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan;

(c) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan 

Tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan; dan bertanggal.

Surat Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) yang sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
  • Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan;
  • nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan Penawaran;
  • besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan;
  • besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf;
  • nama ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama ULP yang mengadakan pelelangan; dan
  • paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan.


4. Lampiran III Perpres 54 tahun 2010 subbab B.1.9).b)


Evaluasi teknis dalam metode system gugur satu sampul, menurut Lampiran III Perpres 54 tahun 2010 subbab B.1.9).b), penawaran dinyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan teknis, sbb:

  • metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan memenuhi persyaratan substantif yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan;
  • jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan;
  • jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan;
  • spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan;
  • personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan; dan
  • bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.

Perpres diperkuat dengan ketentuan teknis berdasarkan Peraturan kepala LKPP (Perka)

5. Perka LKPP No. 14 tahun 2012 Bab II subbab B.1.f.5).b) :


Penjelasan yang termaktub dalam Bab II subbab B.1.f.5).b) menjadi pertimbangan yang melengkapi pengambilan keputusan oleh Pokja, yang menyatakan bahwa: penawaran dinyatakan gugur apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi sebagai berikut:


(1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan

Apabila dipenuhi/dilengkapi, khusus untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir TKDN, maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai TKDN nya dianggap 0 (nol);

(2) surat penawaran:

      (a) ditandatangani oleh:
  • direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi;
  • penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan/pengurus koperasi yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian/anggaran dasar;
  • pihak lain yang bukan direktur utama/pimpinanperusahaan/pengurus koperasi yang namanyatidak tercantum dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar, sepanjang pihak tersebut adalah pengurus/karyawan perusahaan/karyawan koperasi yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah dari direktur utama/pimpinan perusahaan/ pengurus koperasi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar;
  • kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik;
  • pejabat yang menurut perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi berhak mewakili Kemitraan/KSO; atau
  • Peserta Perorangan.
      (b) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan; dan bertanggal.

(3) surat Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • Diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
  • Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan;
  • Nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan Penawaran;
  • Besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan;
  • Besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf;
  • Nama Kelompok Kerja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Kelompok Kerja ULP yang mengadakan pelelangan; dan
  • Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan.
  • Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan;
  • Jaminan Penawaran atas nama perusahaan Kemitraan/KSO harus ditulis atas nama perusahaan Kemitraan/KSO;
  • Substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Penawaran telah dikonfirmasi dan diklarifikasi secara tertulis oleh Pokja ULP kepada penerbit jaminan apabila kurang jelas dan meragukan;

6. Perka LKPP No. 14 tahun 2012 Bab II subbab B.1.f.6).c) :


Ketentuan yang termuat dalam Bab II subbab B.1.f.6).c)  ini berbunyi: penawaran dinyatakan gugur dalam evelausi teknis apabila tidak memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Spesifikasi teknis barang yang ditawarkan berdasarkan contoh, brosur dan gambar-gambar sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan;
  • Jadwal dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan serah terima pekerjaantidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan;
  • Identitas (jenis, tipe dan merek) yang ditawarkan tercantum dengan lengkap dan jelas (apabila diperlukan);
  • Layanan purnajual sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan (apabila dipersyaratkan);
  • Tenaga teknis sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan (apabila dipersyaratkan) dan
  • Bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan.
Demikian paparan tentang Ketentuan Gugurnya Dokumen Penawaran Pada Lelang Infrastruktur Pemberdayaan Masyarakat, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan. 

10 UP Dalam Pemberdayaan Masyarakat


Pemberdayaan masyarakat bukanlah sebuah aktifitas yang ringan dan tanpa resiko, aktifitas dalam bidang ini juga membutuhkan keseriusan dalam menjalankan, dibutuhkan pengetahuan yang memadai, serta keterampilan dalam memfasilitasi, mendampingi, dan mengadvokasi masyarakat.

Masyarakat dengan segala kondisi dan keadaannya diberikan intervensi berupa pembangunan dengan beragam konten dan pendekatannya. Sasarannya bisa terhadap individu, organisasi, lingkungan, dan komunitas atau masyarakat secara umum. Harapannya akan terjadi perubahan sosial yang akan berdampak lanjutan pada kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan sejahtera.

Kesadaran akan posisi, kondisi, masalah, dan apa yang harus dilakukan menjadi hal penting untuk mendorong terjadinya perubahan ke arah kehidupan yang lebih berdaya, dan mandiri, Untuk me fasilitasi perubahan yang terjadi di masyarakat dengan pemberdayaan maka dibutuhkan beberapa hal yang bisa menjadi bahan refleksi dan evaluasi diri para pelaku pemberdayaan masyarakat.

Beberapa hal yang bisa dijadikan sumber motivasi antara lain:


  • Get UpSeorang penggiat pemberdayaan harus bermental baja, harus lebih tangguh dari masyarakat yang didampinginya. Bukan jiwa-jiwa yang mudah putus asa, dan menyerah pada keadaan, kondisi, dst. Berapa kalipun Anda mengalami gagal, tugas anda hanyalah bangun kembali dan bekerja lebih keras lagi.

  • Reach Up – Jangan pernah merasa jumawa, paling sukses, sehingga kehilangan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi dan lebih membanggakan dari sebelumnya. Prestasi-prestasi kejarlah dengan kejujuran dan kesabaran.
  • Dress Up - Kecantikan yang datangnya dari dalam dirimu, hatimu, nuranimu akan jauh lebih penting, bermakna dibandingkan dengan sekedar pencitraan, dan beragam aktifitas oportunis lainnya. Sadarilah mana substansi dan mana yang hanya kulit belaka sehingga tidak akan menjebakmu daam hal yang semu dan naif.
  • Shut Up - Berhentilah untuk bicara tentang sebuah kesuksesan yang terjadi pada masa lalu, apalagi dibumbui lengkap dengan keluh kesah yang lebay tentang masalah. Jadilah pejuang tangguh tanpa menyebut dirimu sebagai pejuang, dan berhenti mengasihani diri sendiri berlebihan. Setiap orang mempunyai medan perangnya masing-masing dan disanalah dia akan membuktikan apakah dia bisa menjadi seorang panglima bagi dirinya sendiri.
  • Look Up - Jangan melihat dirimu yang penuh dengan keterbatasan, kebodohan, kefakiran, dll, Tugasmu adalah menyambut cahaya diatas cahaya, lihatlah Tuhanmu Yang Maha Segalanya. Tanpa batas kekuasaan dan kekuatan. Dari Nya sumber inspirasi hidupmu untuk melakukan hal terbaik selama hidup didunia.
  • Lift Up – Tugas kita sebagai hamba Allah hanyalah menjadikan segala urusan kita menjadi urusan rohaniah yang selalu terkait denganNya. Segala nikmat yang diberikan kita patut disyukuri, dan perlu untuk difahami bahwa rasa syukur itu adalah perbuatan untuk membuktikan kesungguhan kita untuk bersyukur padaNya. Bersyukur bukanlah hanya mengucap kata-kata sukur, dan kita dituntut untuk lebih dari itu.
  • 10 UP Obat Kuat Yang Perlu Anda Tahu, silahkan lanjut memahami paparan berikut ini:

Kandungan 10 UP 100% Herbal Alami

Solusi untuk mendapatkan kualitas Ereksi yang optimal dengan mengkonsumsi 10 UP sebagai suplemen alami yang dipersembahan oleh PT ABE Jakarta. 10 UP Merupakan produk baru dari PT ABE sebagai pelengkap dari keberadaan obat Oles ternama yang sudah beredar lebih 5 tahun FOREDI Gel Boyke.



Dengan perbaikan ereksi yang lebih baik dan berkualitas maka diharapkan akan berdampak terhadap kualitas hubungan intim pasutri agar menjadi lebih harmonis. 10UP herbal menjadi pilihan cerdas untuk terapi bagi kesehatan Anda.

Masalah ereksi yang lembek, kurang keras, susah untuk eksekusi hubungan intim yang berkualitas, bahkan membuat badan loyo tanpa tenaga. Menghadirkan 10 UP sebagai solusi agar ereksi menjadi lebih baik dan berkualitas.

Produk 10 UP Pengganti GaSa (gagah perkasa)

Sudah cukup banyak para pelanggan GASA japri menanyakan tentang penggantinya. Sudah dua tahun lebih direformulasi sehingga mereka tentu merasa sangat kehilangan. Bahkan ada pelanggan yang menantikan produk dan menanyakan sampai belasan kali, dan mohon maaf jawaban saya standar karena memang belum ada info dari manajemen.



Dahulu manajemen sempat bisik-bisik bahwa pengganti kapsul GASA yang sebelumnya diperkirakan bernama Neo-GP, sayapun sempat posting tentang produk ini. Sekarang muncul lagi bisik-bisik gencar dari jaringan bahwa pengganti Gasa adalah produk 10Up dan hingga pada saat ini sedang dalam proses di BPOM.

Bahkan ada hembusan kabar bhwa produk 10Up ini akan dilakukan launching pada bulan April 2018, Tapi proses BPOM kadang misteri dan bisa saja jadwal yang sudah ditentukan akan mengalami penundaan.

Produk 10 UP di Rekomendasi Boyke Dian Nugraha

Sebagaimana yang terjadi terhadap produk yang telah diedarkan oleh PT. ABE Jakarta lainnya, maka produk 10UP juga Rekomendasi Boyke Dian Nugraha. Sebuah nama yang sudah populer sebagai tenaga ahli untuk produk khusus pasangan suami istri.



Manfaat dari produk Herbal 10 UP


  1. Solusi Ereksi Kuat Keras Alamiuntuk pria dewasa
  2. Manfaat akan maksimal dirasakan setelah 3 -5 jam kemudian
  3. Tidak mengakibatkan gangguan seperti pusing
  4. Aman di konsumsi setiap hari seperti suplemen untuk tubuh

BPOM Produk 10 UP

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan. Seperti diketahui bahwa produk herbal 10 UP masih dalam proses pengurusan izin BPOM

BPOM melakukan fungsi pengawasan sebelum beredar sebagai tindakan pencegahan untuk menjamin Obat dan Makanan yang beredar memenuhi standar dan persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk yang ditetapkan.



Izin BPOM 10 UP nomor 12345678 akan dikeluarkan oleh lembaga ini apabila produk tersebut sudah melalui tahapan-tahapan izin yang sudah menjadi standar BPOM, dan dinyatakan lolos. Memang dibutuhkan waktu tertentu untuk melakukan uji lab, dls terhadap produk tersebut.

Misalkan Izin BPOM 10UP sudah keluar dengan nomor 12345678, maka nomor BPOM tersebut harus dicetak dikemasan produk obat tersebut. Manfaatnya adalah konsumen dapat jaminan akan keamanan dari produk tersebut untuk dikonsumsi.

Agen Jual 10 UP Jakarta

Untuk memfasilitasi peggiat pemberdayaan masyarakat untuk mengembalikan stamina yang mudah lelah, gairah menurun, kurang greng, dll, kehadiran produk 10UP diharapkan menjadi solusi bagi permasalahan tersebut.

Tidak bisa ditunda untuk memudahkan para pengunjung maka diperlukan tempat berlabuh bagi yang membutuhkan produk tersebut silahkan kunjungi www.Super10up.Com. Silahkan baca-baca sepuasnya, dan apabila ada yang perlu ditanyakan silahkan klik no WA kami dan kita lanjutkan diskusi via WA.

Kami adalah Stokis 201 Jakarta, tempat resmi memesan produk 10up, kontak WA/SMS 0812-9000-5090.




Mempersiapkan Kunjungan Presiden di Lokasi Program NUSP-2


Paparan ini menyajikan bagaimana pengalaman terkait proses mempersiapkan kunjungan Presiden Jokowi pada kegiatan padat karya tunai Desa Batu Merah, Sirimau, Kota Ambon melalui program NUSP-2.

Desa Batu Merah merupakan lokasi program pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh kementerian PUPR sejak tahun 2006, melalui program; P2KP, PNPM Mandiri Perkotaan, Kotaku (NUSP (Neighbourhood Upgrading and Shelter Project) dan NSUP).

Desa ini berdasarkan SK Walikota No. 402 Tahun 2014 merupakan salah satu permukiman kumuh di Kota Ambon. Desa Batu Merah berada pada kawasan Perbukitan yang terletak ditengah kota, dan terdiri dari 6 RW dengan luasan kumuh mencapai 22,21 ha.


Persiapan yang normal dan wajar saja tidak terlalu berlebihan, semoga catatan ringan ini bermanfaat bagi peggiat pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan. Kunjungan presiden ke lokasi program akan terus terjadi, karena melalui pemberdayaan masyarakat setiap tahunnya puluhan Trilyun APBN dialokasikan.

Melakukan Konsolidasi Data dan Informasi Lokasi Kunjungan


Konsolidsasi, data dan informasi dilakukan dari SIM program, sehingga didapatkan data- pokok seperti luas wilayah, kependudukan, mata penncaharian, kegiatan yang pernah dilakukan dan dibiayai oleh program.

Data dan informsi tersebut akan sangat bermanfaat bagi pelaku program yang dilapangan dan sedang mempersiapkan. Pembuatan ucapan selamat datang, papan informasi kegiatanpun dibuat dan segera dilakukan pemasangan.

Rapat Koordinasi Pemangku Kepentingan Untuk Persiapan


Pemangku kepentingan yang terlibat dalam sebuah kunjungan presiden RI tentu cakupannya cukup luas, mulai dari aparat kemanan Polri dan TNI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah kota Ambon, Dan dari konsultan mulai NMC, TMC, CC ambon, dan CA. Dari Dunia usaha, kampus, wartawan dan kelompok profesi juga terlibat dalam kegiatan’

Agar terbangun kesepahaman yang baik maka antar pemangku kepentingan sepakat untuk dilakukan Koordinasi antara Pemangku Kepentingan. Dengan rendah hati dilakukan pembagian tugas dan peran yang harus segera dilakukan antar pemangku kepentingan.



Yang ditekankan untuk dipersiapkan adalah terhadap kelayakan teknis terhadap bangunan yang akan dikerjakan oleh masyarakat. Nama PUPR akan jadi taruhan apabila pelaksana program tidak bisa menjamin terhadap pelaksanaan yang berkualitas dan punya nila estetika yang tinggi.


Mempersiapkan Dokumen Program pendukung Kegiatan


Dari dokumen administrasi yang ada dilapang juga ditata dan dipersiapkan, mengantisipasi apabila hal ini ditanyakan dalam kunjungan presiden. Pemerintah Daerah juga mengakses dokumen-dokumen ini dipergunakan sebagai bahan untuk membuat media informasi dilokasi seperti pamflet leaflet, dll.

Dari NUSP-2 dipersiapkan dokumen perencanaan yang telah disusun oleh masyarakat secara bersama dengan pemerintah desa. Meskipun waktu kunjungan masih belum melewati skedul penyusunan dokumen DED kegiatan yang dibiayai program, namun karena dibutuhkan maka dilakukan percepatan dalam penyusunannya.

Maka dokumen perencanaan saat ini sudah siap dan kegiatan yang dipilih sebagai kegiatan yang akan dilakukan dan ditinjau oleh presidenpun ditentukan. Pembangunan salah satu ruas jalan kampung dengan konstruksi rabat beton akhirnya desepakati dipilih dengan panjang 30 meter.

Mengorganisasi Masyarakat Terlibat di Kegiatan Yang di Kunjungi


Koordinasi denga Lembaga Keswadayaan Masyarakat dilakukan intensif, termasuk dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Akhirnya disepakati untuk mendukdeskan kegiatan tersebut dan melakukan pengorganisasian pelaksanaan kegiatan tersebut dalam waktu yang singkat 2 hari kerja.




Proses pekerjaan awal adalah mengerjakan Satu titik sepanjang 30 meter dengan biaya sebesar Rp 30 juta lebih. Pelaksanaanya melibatkan 30 orang tenaga kerja dari masyarakat setempat dengan upah per hari sebesar Rp. 120 ribu per orang.

Pelibatan tenaga kerja wanita juga dilakukan secara optimal, konsepsi padat karya juga dijelaskan kepada masyarakat sehingga mempunyai pemahaman yang sama. Akhirnya masyarakat bahu membahu melaksanakan kegiatan tersebut sehingga sudah layak sebagai kegiatan yang sedang dikerjakan.

Maka saat kunjungan Presiden dilakukan masyarakat melanjutkan pengecoran jalan rabat tersebut, sehingga sangat alami sebagai keterlibatan masyarat desa dalam pembangunan kampungnya melalui padat karya dalam program NUSP-2.

Pendampingan Kepada Pejabat Penting Kementerian PUPR dan Pemda


Hadir dalam acara kunjungan ini adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono, Gubernur Maluku Said Assegaff, Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo, Bapak Boby Ali Azhari dari Direktorat, Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mita Dwi Aprini, dan Pejabat Pembuat Komitmen NUSP-2 Anastasia Carolina.

Sebagaimana lazimnya pejabat, maka yang posisinya lebih rendah akan datang ke lokasi lebih dahulu untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar lancar dan tidak ada hambatan. Karenanya Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo datang sehari sebelum acara, maka sudah dipastiikan bawahannya akan lebih awal untuk memastikan kesiapan teknis,

Bapak Boby Ali Azhari , Ibu Mita Dwi Aprini selaku Satker ditemani PPK NUSP-2 Ibu Anastasia Carolina datang sehari sebelum Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo datang. Untuk memastikan dikegiatan yang mana presiden akan diarahkan, bagaimana kesiapan seperti dokumen administrasi, dokumen perencanaan, LPJ, dll.

Pelaksanaan Kunjungan Presiden RI


Kunjungan Bapak Presiden Jokowi ke salah satu lokasi NUSP-2, Desa Batu Merah, Ambon Rabu, 14 Februari 2018. Kunjungan ini dalam rangka meninjau pelaksanaan kegiatan padat karya yang dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat,

Presiden didampingi Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai yang dilakukan melalui program NUSP-2. Program NUSP-2 yang dikelola Kementerian PU dan Perumahan Rakyat berupa pembangunan satu ruas jalan rabat beton sepanjang 980 meter yang menghabiskan total dana sebesar Rp 1,2 miliar.


Saat ini proses pekerjaan awal adalah mengerjakan Titik Satu sepanjang 30 meter, yang memakan biaya kurang lebih sebesar Rp 30 juta. Berdasarkan asumsi, pekerjaan Padat Karya Tunai ini akan selesai dalam waktu tiga bulan, dan melibatkan sebanyak 30 orang tenaga kerja dari masyarakat setempat dengan upah kerja per hari Rp 120 ribu per orang.

Kunjungan ini membanggakan masyarakat Desa Batu Merah, Ambon karena bisa bertemu dengan Presiden secara langsung, Apalagi Presiden jokowi bisa melihat secara langsung aktifitas masyarakatdDalam pelaksanaan program NUSP-2. Semoga masyarakat terus bersemangat untuk membangun kampungnya sehingga berubah wajah menjadi semakin cantik, nyaman, dan membahagiakan.

Mendokumentasikan Kunjungan Presiden Saat Tinjau Lokasi Program


Kunjungan Presiden Saat Tinjau lokasi program NUSP-2 desa Batu Merah Ambon merupakan momentum penting, untuk itu harus didokumentasikan dengan beragam media secara optimal. Angle yang menarik ketika presiden, menteri PUPR adalah saat meninjau lokasi kegiatan yang sedang dikerjakan oleh masyarakat.


PPK NUSP-2 menugaskan personil NMC untuk merekam dengan foto dan video, bahkan drone-pun disiapkan apabila memungkinkan dan diperkenankan oleh protokoler. Untuk melakukan misi ini telah didapatkan file yang berisi video dan foto-foto kegiatan. Video dan semua foto yang ada dalam tulisan ini merupakan hasil dari dokumentasi, Publikasi juga sudah dilakukan melalui beragam media sosial yang menghubungkan dengan pelaku program dan masyarakat umum.

Memproduksi Dokumentasi Menjadi Materi Pembelajaran Program


Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, momentum kunjungan Presiden Jokowi ke Desa Batu Merah, Ambon harus dijadikan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program. Kunjungan seperti ini juga bisa dianggap sebagai kegiatan monitoring dan evaluasi VVIP.

Maka yang perlu dilakukan adalah melakukan konsolidasi semua materi dokumen hasil kunjungan, baik yang berupa video, foto, dan tulisan dari media online. Semuanya bisa distrukturkan untuk menjadi bahan pembelajaran bagi pelaku program.


Knowladge management perlu dimainkan, dengan memanfaatkan media online seperti Youtube, website, dan medsos (FB, Forum WA, Group FB, dll). Para pelaku program setidaknya mendapatkan input berupa pengetahuan terkait pelaksanaan program yang baik, pelaksanaan program yang perlu perbaikan, dll.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi peggiat Pemberdayaan Masyarakat.

Seluruh Foto dan video adalah karya Bapak Sutadi, MIS Specialis pada NMC NUSP-2

Pompa Air Sederhana Mengatasi Kesulitan Air Bersih Desa Taman Asri Ampelgading Kabupaten Malang

Inovasi dalam pemberdayaan masyarakat tidak mudah untuk ditemukan disemua desa/kelurahan, hal ini terbukti dengan sulitnya para pendamping/fasilitator untuk menemukan praktik tersebut. Inovasi dengan kadar dan kualitas yang beragam terkadang telah menjadi bagian hidup dari kehidupan warga desa/kelurahan, dan hasil dan manfaatnya sudah direguk tanpa sadar. Paparan ini ikhtiar untuk menjadikan pengalaman inovasi di desa Taman Asri ini sebagai pengetahuan, dan materi belajar bagi siapapun yang membutuhkan. Semoga bermanfaat..

Cak Nun: Siapa Yang Harus Di Berdayakan di Indonesia

pemberdayaan lahir dari kebaikan yang sejati, dari dalam nurani orang yang ikhsan untuk melakukan pemberdayaan”. Saya sudah mendengarkan Insyaallah dengan seksama paparan dari bapak Robert Lawang, saya menyatakan seratus persen setuju karena saya tidak mau membikin perkara baru. Demikian juga dari hasil diskusi dengan mas Gunawan Sumodiningrat, saya juga menyatakan seratus persen setuju. Cuma karena tema dari seminar ini ada kata reinventing: menemukan kembali, ada proses untuk ragu dan mempertanyakan kembali untuk mendapatkan formula dan keyakinan baru terhadap pemberdayaan. Maka saya mohon izin untuk berusaha menempatan diri berposisi “antagonis”. Ibarat seorang petinju maka saya ini sebagai seorang sparing partner, jadi saya boleh memukul dan saya juga bisa dipukul balik. Menjadi sparing partner dalam forum, bukan berarti saya melawan beliau berdua.

Saya tidak ikut campur, karena merasa tidak faham sama sekali terhadap Indonesia, saya hanya faham manusia yang ada disekitar saya saja. Mengenai Indonesia “saya tidak faham”, karena secara epistemologi saja Indonesia ini sudah batal, karena kondisinya begini kok disebut negara, enggaklah, masak begitu disebut presiden, begitu kok disebut pemerintah. Karena saya berposisi “antagonis”, maka saya agak melawan biar beliau marah sedikit-sedikit, biar ada pertengkaran intelektual, biar ada dialektika teori, wacana dan seterusnya. Maka dari proses itulah reinventing akan bisa coba kita temukan. Selain itu saya merasa tidak faham karena bukan akademisi, saya kuliah hanya selama empat bulan saja. Kalau dibandingkan dengan mas Gunawan; kalau resminya karena saya tidak lulus kuliah, tidak resminya orang macam beliau butuh waktu enam tahun untuk lulus sarjana ekonomi sedangkan saya cukup empat bulan.

Eistemologi pemberdayaan Masyarakat


Berangkat dari epistemologi: pemberdayaan, yang diberdayakan adalah masyarakat, dan yang memberdayakan adalah pemerintah, perusahaan, kaum elit, kelas menengah, dll. Mereka yang ditolong oleh rakyat kok mereka mau memberdayakan rakyat. Pemerintah tidak usah memberdayakan rakyat tidak apa-apa, asal jangan ganggu saja. Jangan orang usaha dipalak, dipersulit birokrasinya. Kerjanya pemerintah selama ini adalah membikin rakyat semakin tidak berdaya.

Saya merasa capek karena menjadi keranjang sampah masalah yang terjadi di indonesia. Sampai-samapai saya punya teori: pemerintah Indonesia korupsi tidak apa-apa asal jangan terlalu banyaklah, nggak membangun nggak apa-apa, nggak punya teori pembangunan tidak apa-apa, asal jangan ganggu orang dagang, jangan merusak orang bertani, polisi jangan njebak-njebak orang untuk setor kasus karena ditarget atasan. Ingatlah kamu diberdayakan oleh rakyat, kamu dibayar oleh rakyat, Kamu tidak bisa membayar rakyat. mobilmu, rumahmu, sehari hari itu dibayar oleh rakyat. Bagaimana mungkin yang dibayar mau memberdayakan yang membayar?

Saya dapat bagian untuk membahas theologinya, ini bisa menyesatkan saya untuk menjadi seorang Kiai, padahal saya sudah menghindar Naudzubillahi min Dzaliq, jangan sampai jadi Kiai. Karena Kiai itu kalo disolo berupa kerbau, saya tidak mau bersaing dengan kerbau di kraton solo tersebut. Dan tadi saya disebut pimpinan Kia Kanjeng, itu lebih menghina lagi, karena Kiai Kanjeng itu nama sebuah gamelan, kalau saya disebut sebagai pimpinan Kiai Kanjeng, maka saya dikira kepala gamelan apa??, ngawur arek-arek iku! Tidak apa saya masih tetap beri hormat.

Selama ini yang kita sebut masyarakat biasanya selalu asumsinya: bukan Pemerintah, perusahaan-perusahaan besar, bukan kaum intelektual, tapi people. Masyarakat mau tidak mau asal usulnya dari bahasa Arab dari kata syarikah. Musyarokah adalah: perundingan dan kesepakatan untuk menyusun pekerjaan bersama, sedang pelaku musyawarah disebut masyarakat. Jadi sebenarnya seluruh bangsa indonesia ini adalah pelaku untuk menentukan presidennya, DPRnya, ini judikatifnya.

Kalau kata rakyat tidak bersifat kuantitatif tapi bersifat kualitatif, karena kata rakyat berasal dari kata rukyah, mohon maaf sebelumnya karena agak NU sedikit. Rukyah itu artinya kepemimpinan. Maka cocok dalam demokrasi karena dalam demokrasi yang memimpin itu rakyat, kedaulatan ada pada rakyat, kemudian dipinjamkan kepada presiden SBY selama 5 tahun. Karena dia sangat tidak berdaya, maka dia dipinjami kekuatan oleh rakyat. Karena dia adalah orang yang paling tidak berdaya, sama dirinya sendiri saja tidak berdaya, sama ambisi-ambisinya, resiko dan perilakunya selama tujuh tahun juga tidak berdaya. Maka dialah yang seharusnya kita berdayakan saat ini.




Kalau rakyat tidak ada negara tidak masalah, mereka akan bisa mengatur diri sendiri, melindungi diri sendiri. Sekarang ini semua jadi ancaman, bupati jadi ancaman, camat jadi ancaman, polisi jadi ancaman, kepala dinas jadi ancaman, pajak jadi ancaman. Rakyat Indonesia meskipun tidak berdaya sebenarnya sangat berdaya, rakyat Indonesia adalah orang yang berani hidup melebihi pejabat dan pemimpinnya. Kalau pemimpinnya nggak berani tidak menjadi pemimpin.

Takut tidak menjadi Bupati, kalau bisa dipilih dua kali, Kalau tidak boleh lagi ya istrinya, kalau nggak boleh ya keponakannya, besannya, ataua siapa yang lainnya. Karena perilaku demikian maka menunjukkan kalau meraka sangat tidak berdaya. Kalau rakyat tidak berdaya mereka akan mengamankan dirinya sendiri dari ancaman yang bermacam-macam. Takut kepada polisi karena kalau lapor ayam hilang maka mereka harus membayar kambing. Maka rakyat sangat berdaya didalam proses yang tidak memberdayakan dia. Saya sengaja ganggu-ganggu saja, jangan marah ya!.

Kalau ummat dari kata ummun; ibu, jadi orang yang berkumpul karena seperibuan nilai, ummat kristiani, karena substansi yang membuat mereka berkumpul itu nilai. Dalam Islam ibu itu tiga kali lebih mulia dari bapak, makanya saya jadi bapak saja biar tidak terlalu mulia. Bahkan sifat bapak terkandung pada ibu, sifat ibu tidak terkandung dalam bapak. Kalau kita akal-akalan cari landasan theologinya maka kata Tuhan sebagai Supreme Ilaah hurufnya selalu berdiri, kalau Tuhan mendekatkan diri pada hambanya sebagai Robbi itu maka ra’ nya membungkuk ba’ nya menelentang. Ibu-ibu mohon maaf dosanya banyak tapi kecil-kecil, kalau laki-laki sedikit tapi besar-besar.

Pemberdayaan kalau di perusahaan bisa berwujud CSR, ini menarik saya dan telah mempelajari asal usulnya dari mana, atas inisiatif dari mana. Tadi saya iseng-seng menuliskan diperjalanan, inikan social responsibility (tanggung jawab sosial), maka dari ribuan kebaikan saya ambil sebanyak 10 kebaikan, supaya tahu pemberdayaan itu dari kebaikan yang mana.

Jenis-jenis Kebaikan 


  1. Kebaikan yang di anjurkan (universal), masih cair, belum diformulasikan, diperintahkan. Dalam Al-Quran; yadduuna ilaa al-khoir.
  2. Kebaikan yang sudah diarifi (ma’ruf), sudah menjadi pasal-pasal hukum, berupa undang-undang, peraturan. Maka dia harus sudah pada posisi diperintahkan.
  3. Kebaikan yang dipaksakan, (hukum/Hikmah) misalnya masuk penjara, ini baik atau buruk? Kalau ragu-ragu kenapa bikin negara ada penjara? Tuhan bikin neraka itu baik atau buruk? Baik!!! Kalau ada yang mengeluh Tuhan tidak adil? Lho yang berhak menyuruh Tuhan itu adil itu siapa, nuntut adil itu berlaku apabila pada orang yang sama-sama punya saham, punya sama-sama punya akses, ada kerja sama sehingga punya hak. Jangankan bikin tsunami di Jepang, seluruh Indonesia dibenamkan ke pusat bumi itu hak Dia. Bahkan bumi ini hancurkan karena dibenturkan dengan bulan, itu juga menjadi hak Tuhan. Jadi Tuhan tidak wajib adil, tetapi Tuhan sangat adil, Cuma adilnya Tuhan bukan karena wajib adil tapi karena dia cinta pada kamu maka Tuhan itu berbuat adil. Tapi kamu nggak punya hak atas keadilan Tuhan.
  4. Kebaikan yang dibatalkan (riya), orang yang berbuat baik ditampak-tampakkan, misal Amythas peduli Merapi, itu batal kebaikkannya.
  5. Kebaikan yang dimulyakan/disembunyikan (kharomah), kata nabi; kalau engkau memberi dengan tangan kanan, tangan kiri nggak perlu tahu.
  6. Kebaikan yang dibatasi, harus jelas kebaikan itu vertikal-horisontal, Ar-rohman- Ar-rahim, arrohman itu kebaikan yang meluas, sedangkan Arrahim itu kebaikan yang mendalam dan meninggi.
  7. Kebaikan yang dikhususkan, contoh Assalamualaikum, Wr. Wb. Bermaksud yang dituju dirahmati oleh Allah. Kalau di Indonesia masih berlaku Assalamualaikum, Wr. Wa adzabu. Jadi rahmatnya Tuhan belum menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. Kalau Rahmat itu menyebar bagi siapa saaja secara acak, jadi ada korupsi, beli soto masih enak rasanya. Kalau anda memakai uang APBD untuk melacur tetap enak rasanya melacur, itu namanya rahmat. Tapi kalau barokah lain lagi.
  8. Kebaikan yang diperhitungkan agar maksimal kadarnya, kebaikan yang disimulasikan secara sosial. Pemberdayaan, seperti yang dilakukan oleh LSM yang melakukan pemberdayaan masyarakat, sementara masyarakat mecari uang sendiri, tapi LSM nya mendapat uang dari luar negeri. Begitu juga presiden, kalau saya ketemu bukannya saya menunduk tapi harusnya dia yang menunduk kepada rakyat, Sebab bakulnya rakyat ada diatas kepalanya, jadi kalau tidak hati-hati bakul jatuh (wakul ngelempang segone dadi sak latar).
  9. Kebaikan Sejati, orang-orang yang punya ikhsan, lahir dari nuranimu untuk berbuat, seperti shodaqoh
  10. Kebaikan yang dirahasiakan(biir), kalau obyeknya dinamakan mabrur, ada rahasia dipuncak cinta hubungan hamba dengan Tuhannnya. “Mabrur itu pelengkap penderita. Kata dasarnya adalah birr (kebaikan). Artinya, mabrur adalah orang yang diberi kebaikan tertentu,”. Pemberdayaan harapannya lahir dari kebaikan yang sejati, dari dalam nurani orang-orang yang punya ikhsan untuk berbuat dan melakukan pemberdayaan.

Melihat realitas bangsa sekarang jangan sedih jangan sedih, orang yang bercinta akan mengalami titik yang paling konyol dalam hidupnya. Saat ini merupakan titik paling konyol dari bangsa Indonesia, namun adalah titik terakhir menuju gerbang untuk menyinari dunia. Amerika akan bangkrut, Jepang sudah begitu, Afganistan, Irak, Libya semua diambili kilang-kilang minyaknya. Kita tenang saja, biarkan pertamina gitu-gitu saja biarin. Kita akan menemukan energi baru,kita akan dan sudah menemukan energi baru. Aku lihat didaerah selatan sudah bikin perusahaan untuk mengkudeta sang penemu menyerahkan copyright,di yogya dan kediri nggak mau akhirnya masuk bui 2 tahun. Dia akhirnya menyerah kepadaku, aku hanya bilang” kamu ini kalau perang diam-diam tapi kau sudah kalah perang baru ke aku.


Pemberdayaan Rakyat Dari rohani dan kemanusiaan


Saya sangat cinta Indonesia karenanya saya tidak tega, buat saya pemberdayaan rakyat dari rohani dan kemanusiaan. Pokoknya orang besarkan hatimu, miskin nggak apa-apa petitha petithi!!, barang siapa miskin silahkan sombong , kalau sudah kaya tolong rendah hati, itu pembagian tugas. Masak sudah kaya sombong, sudah miskin minder, goblok temen koen.

Malaysia enam tahun lagi kalau berani-berani sama kita, kita nggak usah akan kirim TKI karena masih banyak penganggur yang mau mati. Ini kalau saya teruskan maka jadi pidato kenegaraan. Ini akhirnya membuat anda tertawa, saya tidak provokasi, harus ada atmosfir keyakinan bahwa kita ini berdaya, sesungguhnya yang membikin kita tidak berdaya, karena kita hanya bertengkar diantara kita. Sesunguhnya kita ini sangat berdaya, alamnya kaya, manusianya paling istimewa dimuka bumi.

Pelajari antropologi, pelajari homo erectus, homo sapiens, pelajari gen-gen dalam peradaban, anda adalah manusia paling istimewa didunia. Orang Indonesia itu boleh salah tapi nggak ada yang bisa mengalahkan bonek. Jelas nggak punya kerjaan berani kawin, istrinya hamil belum punya kerjaan malah kredit motor, siapa itu kalau bukan orang Indonesia. Saya tanya bagaimana akan menghidupi istrimu?, wis Bismillah cak...lho!!! dengan Bismilah saja sudah diatas dari garis kemiskinan.

Lihat itu bencana di Jepang, orang pada nangis!!, kalo kita lihat ada bencana yang di Yogya, di Aceh setelah dua jam saja kelihatan ada siaran TV sudah melambaikan tangan sambil ketawa. Kurang bagaimana orang Indonesia hatinya itu sangat kuat , sudah tahu korupsi sangat banyak malah senyum-senyum di depan orang banyak. Itu mental yang luar biasa orang Indonesia, jadi malaikat saja mampu apalagi jadi setan.

Semboyannya mas Gunawan Manunggaling Kawulo Kalian Gusti, Ing Ngarso Sung Tulodho Tut Wuri Handayani di departemennya akan diketawakan, Wong urusane sekarang cuma proyek, proyek, proyek, Sekarang semua sudah dikapitalisme, masjid, semua pertengkaran itu kapitalisme, apa itu Ahmmadiyah, NU, .. itu nothing to do it Agama, itu semua Kapitalisme....... allahu akbar.......Allahu Akbar juga sudah dikapitalkan. Wong ngajur kepala orang kok Allahu Akbar, ....malaikat jibril: “ngene..yo opo arek-arek???”.

Untuk yang perusahaan memang harus pemberdayaan, dan mereka sendiri mengakui ini sosial responsibility itu ikhsan namanya sebuah kemuliaan yang tinggi ,itu lebih dari sholat, kalau lahir dari nuraninya tidak karena diperintah oleh Tuhan maka nilainya sangat tinggi. Kalau sepulang dari sini ada kecelakaan, anda boleh menolong meski korbannya meski menggelepar-gelepar. Polisi tidak akan menangkap anda. Hukum sangat rendah karena tidak mengikat manusia pada posisi itu, namun anda akan sangat rendah dimata moral.

CSR itu mudah-mudahan lahir dari nuraninya, kalo ya maka seminar ini patut kita puji karena nagapain perusahaan mengadakan kegiatan seperti ini kalau bukan karena nuraninya. Urusan perusahaan kan kapitalisme, Kapitalisme itu terikat oleh etikanya sendiri, tidak terikat norma agama etika kemanusiaan, tapi Amythas membuka pintu bahwa etika itu adalah universal, tidak bisa berdiri sendiri: etika ekonomi, etika politik, dll.

Untuk para pemberdaya-pemberdaya ini yang saya binggung itu, sampean ini memprogram pemberdayaan itu berangkat dari siapa. Sampean memprogram atau kalian sudah dengerin apa yang dibutuhkan masyarakat apa belum. Misalnya saya akan mentraktir mas Gun di MC Donald, mas gun mau makan apa? Saya mau makan lontong sayur. Nah selama ini program pemberdayaan itu kurang berangkat dari kebutuhan rakyat.

Dompet Dhuafa, Badan zakat, Badan Amil itu kaya raya, tapi kalau ada pengemis minta uang seratus saja tidak bisa memberi. Karena tidak ada prosentase untuk spontanitas penderitaan yang nyata pada masyarakat, jadi masyarakat itu bagian dari kemewahan dia untuk beramal, bukan bagian dia berkurban untuk masyarakat. Jadi larinya mereka bukan ke CSR tapi larinya kekita-kita. Saya itu sudah membiayai apa saja, mulai urusan orang kawin, sakit, mau melahirkan, dll kadang tidak kenal tapi datang dan meminta biaya rumah sakit untuk melahirkan. Saya dan istri kerumah sakit, tanya namanya, membayarnya lalu pergi dan nggak pernah tahu siapa orang tersebut.

Untuk program pemberdayaan dengan konsep dari perusahaan itu 70% lah, sisanya yang 30% untuk uang standby untuk keperluan yang mendesak. Kalau anda pegang uang APBD ada pengemis minta uang 100 rupiah pasti diambilkan dari uang pribadi, artinya kesulitan untuk menggunakan uang APBD, lho ini negara cap apa kalo kondisinya begini ini?. Yang kita harus cari adalah invesi-invesi formulatif dari pemberdayaan, dan jangan hanya terpaku pada bidang ekonomi saja.

Saya pernah membagi uang 180 juta di padang bulan, yang sebelumnya saya suruh daftar dahulu. Karena peminatnya Jumlahnya saya turunkan karena pendaftarnya membludak dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bahkan ada seorang ibu yang hanya mendapat bagian Rp. 5000,- Dia datang dari Trenggalek ke Jombang, bawa RT-nya supaya yakin bahwa dia benar-benar miskin. - tapi hanya dapat bagian Rp. 5000,-. Dia menangis, tapi satu minggu berikutnya dia datang lagi membawa ketela satu becak. Artinya berdaya dan tidak berdaya jangan hanya dilihat ekonominya, orang kecil itu lebih berdaya mental dan hatinya daripada kita.

Contoh lain, adalah seorang Ibu Tua (89 tahun) penjual gorengan kerak nasi dengan harga Rp. 5000,, oleh teman saya yang sedang main kerumah saya, si Ibu tua tadi diberi uang Rp. 100.000,- untuk satu bungkusnya. Lalu apa yang terjadi? Si Ibu Tua tersebut ternyata marah “ mas, saya ini tidak ngemis, saya ini bekerja, ini harganya Rp. 5000,-. Lebih berdaya mana mbok tadi dengan para menteri yang mengemis-ngemis jabatan.

Emha Ainun Najib Menjelaskan saat sesi tanya jawab. 

Reinventing = menemukan kembali, artinya ada keraguan terhadap pemberdayaan.
Wong koyok ngene kok negoro. Saya berperan jadi antagonis. Ketika terjadi dialektika maka upaya reinventing semakin terkuak.Pemerintah nggak usah memberdayakan rakyat. Rakyat itu Cuma butuh: jangan ganggu rakyat. Bagaimana mungkin orang yang diberi hidup oleh rakyat mau memberdayakan rakyat? Cinta tnpa pertengkaran adrenalinnya nggak tumbuh.

Rakyat Indonesia itu sangat berani hidup dan berdaya dengan dirinya sendiri. Dan, SBY adalah orang yang paling nggak berdaya di Indonesia, makanya dia dipinjami kekuasaan oleh rakyat Indonesia selama 5 tahun. 

Rekomendasi yang pragmatis. Pemerintah gak usah memberdayakan. Berlaku bener aja sudah cukup. APBD untuk rakyat rata-rata hanya 30%. Sisanya yang 70% untuk Pemdanya.

Program pemberdayaan kurang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Orang kecil itu lebih berdaya mental dan hatinya ketimbang orang kaya. 

(Disarikan dari Seminar yang diselenggarakan PT. Amythas, di Jakarta, Maret 2011)

Platform Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia

Prof. Gunawan Sumodiningrat, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM membahas tentang Platform Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia Era Kekinian utamanya menekankan pada 1. perkembangan penerapan program-program pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat, 2. Hambatan, peluang dan potensi penerapan program-program pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat, dan 3.Fenomena-fenomena paradoks pembangunan yang diakibatkan oleh bias penerapan program-program pemberdayaan masyarakat, sebuah otokritik,




Pemberdayaan Masyarakat Menurut Ahli Robert Lawang

Artikel ini merupakan makalah, catatan presentasi dan tanya jawab dari Prof. Robert MZ. Lawang pada suatu seminar yang dilakukan di Jakrta beberapa hari lalu. Judulnya PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI INDONESIA: Antara Mazhab Modernisme dan Strukturalisme. Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Menurut Ahli Robert Lawang: "pemberdayaan masyarakat membutuhkan suatu pemikiran ulang dengan tetap memegang pada unsur modernitas di satu pihak, dan potensi local di lain pihak."