Selasa, 07 April 2015

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI INDONESIA, Antara Mazhab Modernisme dan Strukturalisme

Makalah Robert M.Z.Lawang Dalam Seminar Reinventing Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Masa Depan. tgl 15 Maret 2011. (Bagian 1)


 

kegiatan Pemberdayaan Masyarakat

PENDAHULUAN

Pengertian topik yang dibahas dalam makalah ini perlu dijelaskan lebih dulu. Penjelasan itu bertujuan untuk mengidentifikasi pokok permasalahan pemberdayaan masyarakat (yang sudah dilakukan) di Indonesia, teori, metode yang digunakan dalam pemberdayaan itu menurut mazhab yang dianut.




  1. Pemberdayaan yang sudah dilaksanakan di Indonesia dapat dilihat melalui perspektif modernisme atau strukturalisme. Kalau pengertian ini yang dipilih, maka yang diharapkan dari makalah ini adalah analisis tentang praktek pemberdayaan dari masing-masing mazhab dalam suatu perbandingan.

  2. Pemberdayaan dianalisis perbandingan antara kedua perspektif itu dalam pengertian, tak satupun dari kedua mazhab itu yang diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan pemberdayaan di Indonesia. Kalau pengertian ini yang diambil, maka praktek pemberdayaa masyarakat di Indonesia bersifat eklektik (gado-gado). Kalau Indonesia berhasil mengembangkan mazhab gado-gado itu, maka itulah yang diharapkan dari makalah (atau seminar) ini.


Sebelum menentukan posisi metodologik, perkenankanlah saya mengemukakan variasi dari hasil pelaksanaan pemberdayaan, untuk dari situ baru dilakukan analisis apakah metodologi pemberdayaan itu secara ketat mengikuti salah satu mazhab yang dikemukakan panitia atau tidak. Berikut ini pengelompokan empirik tentang hasil pemberdayaan itu.




  1. Dari usaha pemberdayaan selama puluhan tahun terhadap kelompok masyarakat tertentu selama rezim Orde Baru dan “Orde” Reformasi sejak akhir 1990-an, hampir tidak ada hasil yang bertahan lama. Masuk dalam kategori ini adalah pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dalam negeri (P3A, sebagian KAT).

  2. Ada juga pemberdayaan kondisi lingkungan eksternal masih mendukung. Masuk dalam kategori ini adalah pemberdayaan yang untuk sementara menghasilkan kemandirian dan keberlanjutan, dan mungkin dapat bertahan kalau kondisi kerja internal mereka selama ini dipertahankan, dan kalau yang dilakukan oleh pihak LSM tertentu, terutama yang berasal atau berafiliasi dengan pendana dari luar negeri.

  3. Pemberdayaan diri yang dilakukan kelompok-kelompok secara spontan dan alamiah, menghasilkan kemandirian dan berkelanjutan dengan asumsi bahwa kondisi lingkungan eksternal mereka tetap mendukung. Masuk dalam kategori ini adalah mereka yang bukan Pemerintah, dan bukan pula LSM.


Keterbatasan yang tidak terelakkan dari pembahasan ini :




  1. Kerangka analisis yang digunakan hanya mengacu pada isu-isu paradigmatik yang ada dalam sosiologi, khususnya sosiologi pembangunan. Kerangka analisis lain seperti politik, administrasi pemerintahan, hokum, ekonomi, pertanian, peternakan, perdagangan, dan sebagainya, tidak tersentuh sama sekali.

  2. Kalaupun focus analisis ditujujkan pada sosiologi (pembangunan), tetap sulit untuk membangun kekuatan generalisasi atau kecenderungan umum untuk konteks Indonesia, mengingat kekuatan-kekuatan (atau kelemahan) yang tertambat pada struktur sosial untuk usaha pemberdayaan yang berkelanjutan, tidak sama untuk semua kelompok, komunitas.

  3. Keterbatasan itu dilengkapi dengan kemungkinan penyusunan agenda-agenda ke depan yang dapat dipetik oleh pembaca setelah menyimak makalah ini.


Makalah ini disusun dengan struktur: (i) pokok permasalahan pemberdayaan dan perkembangannya di Indonesia, (ii) pemberdayaan masyarakat di Indonesia : tinjauan sosiologi, (iii) paradoks pembangunan dari segi pemberdayaan, (iv) kesimpulan dan rekomendasi. Tetapi sebelum keempat sub-pokok bahasan itu diberikan, ada analisis singkat tentang pokok permasalahan pemberdayaan masyarakat di Indonesia, yang dari situ diharapkan ada diskusi tentang teori dan metode pemberdayaan masyarakat, yang berguna untuk memahami isu-isu yang terdapat dalam keempat sub-pokok bahasan itu.

Artikel Terkait

1 komentar so far

aku butuh banget info seputar ini, dapetnya disini, terima kasih banget ya bro


EmoticonEmoticon