Rabu, 08 April 2015

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Mazhab Yang Mana

Makalah Robert M.Z.Lawang Dalam Seminar Reinventing Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Masa Depan. tgl 15 Maret 2011. (Bagian 2)

Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia, Antara Mazhab Modernisme dan Strukturalisme

Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia, Antara Mazhab Modernisme dan Strukturalisme
Makalah Robert M.Z.Lawang Dalam Seminar Reinventing Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Masa Depan. tgl 15 Maret 2011 (Bagian 1)

Pendahuluan

Pengertian topik yang dibahas dalam makalah ini perlu dijelaskan lebih dulu. Penjelasan itu bertujuan untuk mengidentifikasi pokok permasalahan pemberdayaan masyarakat (yang sudah dilakukan) di Indonesia, teori, metode yang digunakan dalam pemberdayaan itu menurut mazhab yang dianut.
  • Pemberdayaan yang sudah dilaksanakan di Indonesia dapat dilihat melalui perspektif modernisme atau strukturalisme. Kalau pengertian ini yang dipilih, maka yang diharapkan dari makalah ini adalah analisis tentang praktek pemberdayaan dari masing-masing mazhab dalam suatu perbandingan.
  • Pemberdayaan dianalisis perbandingan antara kedua perspektif itu dalam pengertian, tak satupun dari kedua mazhab itu yang diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan pemberdayaan di Indonesia. Kalau pengertian ini yang diambil, maka praktek pemberdayaan masyarakat di Indonesia bersifat eklektik (gado-gado). Kalau Indonesia berhasil mengembangkan mazhab gado-gado itu, maka itulah yang diharapkan dari makalah (atau seminar) ini.
Sebelum menentukan posisi metodologik, perkenankanlah saya mengemukakan variasi dari hasil pelaksanaan pemberdayaan, untuk dari situ baru dilakukan analisis apakah metodologi pemberdayaan itu secara ketat mengikuti salah satu mazhab yang dikemukakan panitia atau tidak. Berikut ini pengelompokan empirik tentang hasil pemberdayaan itu.
  • Dari usaha pemberdayaan selama puluhan tahun terhadap kelompok masyarakat tertentu selama rezim Orde Baru dan “Orde” Reformasi sejak akhir 1990-an, hampir tidak ada hasil yang bertahan lama. Masuk dalam kategori ini adalah pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dalam negeri (P3A, sebagian KAT).
  • Ada juga pemberdayaan kondisi lingkungan eksternal masih mendukung. Masuk dalam kategori ini adalah pemberdayaan yang untuk sementara menghasilkan kemandirian dan keberlanjutan, dan mungkin dapat bertahan kalau kondisi kerja internal mereka selama ini dipertahankan, dan kalau yang dilakukan oleh pihak LSM tertentu, terutama yang berasal atau berafiliasi dengan pendana dari luar negeri.
  • Pemberdayaan diri yang dilakukan kelompok-kelompok secara spontan dan alamiah, menghasilkan kemandirian dan berkelanjutan dengan asumsi bahwa kondisi lingkungan eksternal mereka tetap mendukung. Masuk dalam kategori ini adalah mereka yang bukan Pemerintah, dan bukan pula LSM.
Keterbatasan yang tidak terelakkan dari pembahasan ini:
  • Kerangka analisis yang digunakan hanya mengacu pada isu-isu paradigmatik yang ada dalam sosiologi, khususnya sosiologi pembangunan. Kerangka analisis lain seperti politik, administrasi pemerintahan, hokum, ekonomi, pertanian, peternakan, perdagangan, dan sebagainya, tidak tersentuh sama sekali.
  • Kalaupun fokus analisis ditujukan pada sosiologi (pembangunan), tetap sulit untuk membangun kekuatan generalisasi atau kecenderungan umum untuk konteks Indonesia, mengingat kekuatan-kekuatan (atau kelemahan) yang tertambat pada struktur sosial untuk usaha pemberdayaan yang berkelanjutan, tidak sama untuk semua kelompok, komunitas.
  • Keterbatasan itu dilengkapi dengan kemungkinan penyusunan agenda-agenda ke depan yang dapat dipetik oleh pembaca setelah menyimak makalah ini.
  • Makalah ini disusun dengan struktur: (i) pokok permasalahan pemberdayaan dan perkembangannya di Indonesia, (ii) pemberdayaan masyarakat di Indonesia : tinjauan sosiologi, (iii) paradoks pembangunan dari segi pemberdayaan, (iv) kesimpulan dan rekomendasi. Tetapi sebelum keempat sub-pokok bahasan itu diberikan, ada analisis singkat tentang pokok permasalahan pemberdayaan masyarakat di Indonesia, yang dari situ diharapkan ada diskusi tentang teori dan metode pemberdayaan masyarakat, yang berguna untuk memahami isu-isu yang terdapat dalam keempat sub-pokok bahasan itu.

Selasa, 07 April 2015

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI INDONESIA, Antara Mazhab Modernisme dan Strukturalisme

Makalah Robert M.Z.Lawang Dalam Seminar Reinventing Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Masa Depan. tgl 15 Maret 2011. (Bagian 1)

Rabu, 18 Maret 2015

Pemberdayaan Masyarakat Indonesia

PEMBERDAYAAN.COM adalah salah satu wujud dari impian tentang eksitensi sebuah bingkai, wadah, gubug online yang dapat menampung beragam aktifitas, pengalaman seputar dunia pemberdayaan masyarakat. Atas keyakinan bahwa berbagi hal yang baik adalah mulya maka muatan pengalaman, ilmu, komitmen, ketrampilan dalam dunia pemberdayaan masyarakat kami niatkan sebagai waqaf online untuk sekalian umat manusia, sehingga mendatangkan manfaat yang barokah. Harapan kami serangkaian proses yang terjadi akan berkontribusi bagi percepatan pencapaian kemandirian masyarakat. Paparan pemberdayaan masyarakat ini merupakan Pembuka PEMBERDAYAAN.COM